Friday, December 30, 2016

Kisah ini sangat menarik dan mengharukan untuk dibaca. Sebuah kisah khalifah dengan seorang penggembala kambing. Dari mulut si penggembala kambing keluar kata-kata yang membuat sang Khalifah lemas.

Begini kisahnya.

Pada suatu pagi yang cerah, Abdullah bin Dinar berjalan bersama khalifah Umar bin Khattab dari Madinah menuju Mekkah. Dan di tengah perjalanan, mereka berdua bertemu dengan anak gembala.



Rupanya, sang Khalifah ingin menguji si gembala tersebut.

"Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu, "ujar khalifah.
"Aku hanya seeorang budak, "jawab si gembala.
"Kambingmu itu amat banyak, apakah majikanmu tahu?" kata khalifah membujuk.
"Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya, dan tidak tahu berapa yang lahir dan yang mati. Tidak pernah memeriksa dan menghitungnya, "kata anak gembala.


Khalifah terus membujuk, "kalau begitu meski hilang satu, majikanmu takkan tahu. Atau katakan saja pada tuanmu kalau anak kambing dimakan serigala."
"Ini uangnya, ambil saja untukmu untuk membeli baju dan roti, "kata khalifah yang terus membujuk.

Di luar dugaan, anak gembala ini tetap saja tak bergeming dan mengabaikan uang yang disodorkan.

Si gembala terdiam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Kemudian dari mulutnya keluar kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar.




"Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu dimanan Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa pasti Allah mengetahui siapa yang berdusta? "kata anak gembala.

Umar bin Khattab langsung gemetar mendengar ucapan si anak gembala. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah saat itu.

Khalifah menangis mendengar kalimat tauhid yang mengingatkannya pada keagungan Allah SWT dan tanggungjawabnya di hadapan-Nya kelak kemudian hari.
.
Singkat cerita, akhirnya khalifah memerdekan budak mulia tersebut

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Penggembala Kambing

Kisah ini sangat menarik dan mengharukan untuk dibaca. Sebuah kisah khalifah dengan seorang penggembala kambing. Dari mulut si penggembala k...

Wednesday, November 30, 2016

Bukan main manusia yang satu ini. Karena kesungguhan hatinya untuk mengikuti dakwah Rasulullah SAW, beliau memberanikan diri untuk menjadi mualaf.

Tentu saja hal tersebut membuat anggota keluarga dan masyarakat sekitarnya menjadi marah karena pada saat itu, orang yang menganut islam masihlah sangat sedikit.

Akhirnya beliau mendapatkan siksaan dari kaum kafir Quraisy. Namun beliau tetap memegang teguh keimanannya kepada Allah SWT sehingga beliau mendapatkan karomah.

Ketika hukuman dilaksanakan dengan memasukkan tubuh mualaf ini, semua orang melongo seakan tak percaya. Mereka berguman bukankah hanya Nabi Ibrahim as yang diberikan mukjizat seperti itu.

Kisah ini diceritakan oleh Ibnu Wahab dari Ibnu Lahi'ah dalam kitab Al Shahabat.

Adalah Dzu'aib bin Kilab yang mendapatkan karomah hebat tersebut.

Meskipun digertak oleh pemimpin Quraisy agar meninggalkan Islam, namun beliau menolaknya mentah-mentah.


"Apakah kamu tidak takut kalau tubuhmu dilempar ke bara api itu?" gertak pemimpin Quraisy.

Namun dengan keberanian yang sangat luar biasa, Dzu'aib justru tersenyum dan meminta izin untuk berdoa terlebih dahulu kepada Allah SWT.




Dialog tawar menawar tersebut akhirnya menjadi buntu, dan akhirnya tubuh Dzu'aib dilempar ke bara api yang menyala.

Namun apa yang terjadi....

Semua mata terbelalak seperti layaknya Nabi Ibrahim as, tubuh Dzu'aib kebal terhadap api. Seolah dingin saja di tengah kobaran api. Tubuhnya tak terbakar sedikit pun.

Subhanallah....

Ada Manusia Kebal Api Selain Nabi Ibrahim as

Bukan main manusia yang satu ini. Karena kesungguhan hatinya untuk mengikuti dakwah Rasulullah SAW, beliau memberanikan diri untuk menjadi m...

Monday, November 14, 2016

Sampurasun Sadayana


Kekayaan alam Kabupaten Tasikmalaya sangatlah melimpah. Terletak di sebelah tenggara Daerah Priangan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki luas wilayah sekitar 2.563,35 km2. Sejak terpisah dari Kota Tasikmalaya yang berkembang menjadi kota otonom pada tanggal 21 Juni 2001 silam, Kabupaten ini sedikitnya membawahi 39 kecamatan dan selanjutnya terbagi lagi menjadi 351 desa dan kelurahan.
Sebagai salah satu kabupaten yang cukup besar di Jawa Barat, Tasikmalaya merupakan daerah perbukitan hijau yang memiliki tanah relatif subur, serta ketersediaan sumber daya air yang sangat melimpah.
Untuk potensi wisata di Kabupaten Tasikmalaya sangatlah besar. Mulai dari wisata alam gunung, air terjun, agro wisata, dan perkampungan adat.

Untuk potensi wisata alam di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya sangat beragam. Tapi sekarang yang sedang diperbincangan oleh banyak orang adalah wisata alam air terjun atau bisa disebut juga Curug.
Wisata alam air terjun/curug sangatlah banyak, karena rata-rata di daerah selatan masih banyak bukit bukit yang dilalui oleh sungai sungai.
Oke kita mulai dengan air terjun/curug yang pertama yaitu
1. Curug Koja
curug koja
Curug Koja terletak di desa linggalaksana Kecamatan Cikatomas. Curug ini berdiri kokoh diatas bukit yang batuan khas yaitu batuan kapur.curug yang satu ini adalah primado bagi para pelancong dari luar daerah. Curug ini juga sangat cocok untuk penikmat turun.

2. Curug Bakom

curug bakom
Curug bakom terletak di bawah curug koja sekitar 150 m dari curug koja,orang juga mengenalnya curug kaka adik. curug bakom tak kalah kerennya sama curug koja,curug bakom juga sering di jadikan tempat shot photo-photo grafer.
Sama halnya curug Koja, curug Bakom sendiri terletak di daerah sama yaitu di Desa Linggalaksana Kecamatan Cikatomas
Asal mula di namakannya curug bakom karena pundak curugnya persis kaya pundak katak. Curug ini mempunyai keindahan sama dengan curug koja. Curug ini juga pantas untuk  ber Selfie atau sekedar melepas bosan. Curug ini ada di tingkat kedua atau ada dibawah setelah curug Koja.

3. Curug Ciwatin
Nah ini yang terakhir, adalah Curug Ciwatin. Curug ini berada di Desa Linggalaksana Kecamatan Cikatomas. Curug ini berada di paling bawah setelah curug Koja dan Bakom. Curug ini disebut Curug Ciwatin karena aliran sungai tersebut atau nama sungai tersebut sungai ciwatin.
Curug ini juga cocok untuk para pencinta adrenalin, karena di curug ini juga dijadikan spot untuk Jumping dari ketingggian. Sungai ini juga langsung bermuara ke sungal Ciwulan. Sungai cocok untuk dipakai berenang karena kedalaman air nya cukup dangkal. Dan tinggi nya juga 10 m.

Nah cukup sekian destinasi wisata curug di Kecamatan Cikatomas
Let's Do Something For You Land Birth




Kekayaan alam Kabupaten Tasikmalaya

Sampurasun Sadayana Kekayaan alam Kabupaten Tasikmalaya sangatlah melimpah. Terletak di sebelah tenggara Daerah Priangan, Kabupaten ...

Monday, October 31, 2016

Kisah islami teladan hadir kembali, kali ini dengan kisah malaikat. Malaikat Jibril terkenal akan kearifannya kepada sesama malaikat Allah SWT.

Dan pada suatu kesempatan, Jibril mendapati sesama teman malaikat, sayapnya lunglai karena patah. Setelahn ditanyakan penyebabnya, ternyata pernyebabnya karena malaikat tersebut tidak berdiri ketika Nabi Muhammad SAW berkunjung ke langit.

Malaikat yang tidak berdiri dan membaca shalawat Nabi, maka tiba-tiba saja, sayapnya tidak bisa digerakkan lagi alias lunglai.


Kejadiannya pad waktu isra mikraj. Setelah mendapatkan penjelasan dan menangkap penjelasan tersebut, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan.

Jibril merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Akhirnya doa Jibril dikabulkan Allah SWT.




Allah SWT berfirman,
"Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad."

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikan hal tersebut kepada malaikat yang sedang malang tadi, agar membaca shalawat pada Rasulullah SAW.

Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Pada akhirnya Allah SWT memberikan ampunan ke malaikat malang tersebut.





Kemudian Allah SWT menumbuhkan kembali sayap malaikat malang tadi dengan sekejap mata. Bukan itu saja, malaikat tersebut diangkat kembali menjadi penghuni di atas singgasana Allah SWT.

Sungguh betapa mulianya Nabi Muhammad SAW ini. Bukan hanya manusia saja, tapi malaikat yang tidak menghormatinya pasti akan diberikan azab yang menyiksa.

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnyalah kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW.

Jibril Membantu Malaikat Lainnya

Kisah islami teladan hadir kembali, kali ini dengan kisah malaikat. Malaikat Jibril terkenal akan kearifannya kepada sesama malaikat Allah S...

Wednesday, October 5, 2016




Seorang pemimpin masa Khalifah Ali bin Abi Talib dan awal khilafah Bani Umayyah. Dia adalah bayi pertama yang lahir dikalangan Muhajirin di Madinah. Ayahnya bernama Zubair Awwam dan ibunya, Asma binti Abu Bakar as-Siddiq. Ia sepupu dan juga kemenakan Nabi Muhammad dari istrinya, Aisyah binti Abu Bakar. Ia termasuk salah seorang dari “Empat ‘Ibadillah” (empat orang yang bernama Abdullah) dari 30 orang lebih sahabat Nabi yang dikenal menghafal seluruh ayat-ayat Al-Qur’an, Tiga orang ‘Ibadillah lainnya adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khatab, dan Abdullah bin Amr bin As.

Ibnu Zubair telah mengenal perang sejak berusia 12 tahun, yaitu ketika bersama ayahnya turut dalam Perang Yarmuk, dan empat tahun kemudian kembali menyertai ayahnya yang menjadi anggota pasukan Amr bin As di Mesir. Ibnu Zubair juga mengambil bagian dalam ekspedisi Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh melawan orang-orang Byzantium di Afrika. Semua peristiwa tersebut mengundang kekaguman penduduk Madinah kepadanya.

Di masa Khalifah Usman bin Affan, ia duduk sebagai anggota panitia yang bertugas menyusun Al-Qur’an. Di masa Khalifah Ali bin Abi Talib, ia bersama Aisyah mengatur langkah untuk menantang Khalifah tersebut untuk menuntut penyelesaian kasus pembunuhan Khalifah Usman. Gerakan ini didukung oleh beberapa tokoh, seperti Ja’la bin Umayyah dari Yaman, Abdullah bin Amr Basra, Sa’ad bin As, dan Wahid bin Uqbah (pemuka kalangan Umayyah di Hedzjaz) dan beberapa sahabat senior (Talhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam), dan ayahnya. Perselisihan antara kelompoknya dan kelompok Ali yang sedang berkuasa diselesaikan dalam Perang Unta (Waqiah al-Jamal). Dalam perang inilah ia menyaksikan ayahnya gugur. Disebut Perang Unta karena Aisyah mengendarai unta saat memimpin pasukan itu.

Ibnu Zubair kembali melawan Dinasti Bani Umayyah. Meskipun di masa Mu’awiyah bin Abi Sufyan bentuk perlawanannya belum bersifat terbuka, ia tampil menantang khilafah (pemerintahan) Bani Umayyah secara terang-terangan. Ia memprotes Yazid, putra Mu’awiyah, yang naik menjadi khalifah atas penunjukan ayahnya setelah ayahnya wafat.

Yazid memerintahkan walinya di Madinah untuk memaksa Ibnu Zubair bersama Husein bin Ali (cucu Nabi) dan Abdullah bin Umar agar menyatakan kesetiaan kepadanya. Ibnu Zubair dan Husein tetap membangkang. Demi keamanan, keduanya pindah ke Mekah.

Ia tetap sebagai penantang khalifah sekalipun Husein, tak lama sesudah itu, tewas dengan menyedihkan dalam pertempuran tak seimbang di Karbala. Pernyataan secara terbuka, bahwa kekuasaan Yazid tidak sah membawa pengaruh luas dikalangan ansar di Madinah yang akhirnya melahirkan pemberontakan.

Setelah menunggu kesempatan yang baik, Yazid mengerahkan tentara Suriah di bawah pimpinan Muslim bin Uqbah dan memadamkan pemberontakan orang-orang Madinah tersebut dalam Perang Harran. Kematian Muslim bin Uqbah tak menghalangi tentara tersebut untuk bergerak menuju Mekah dengan sasaran mematahkan perlawanan Ibnu Zubair. Tentara tersebut mengepung dan menghujani kota Mekah dengan batu dan panah api yang menyebabkan Ka’bah terbakar. Berita meninggalnya Khalifah Yazid menyebabkan komandan pasukan, Husain bin Numair, mencoba membujuk Ibnu Zubair agar bersedia bergabung dengan mereka untuk kembali ke Suriah. Ibnu Zubair menolak bujukan tersebut dengan mengatakan bahwa ia akan tetap di Mekah. Selanjutnya, ia memproklamasikan dirinya sebagai amirulmukminin. Sekalipun proklamasi itu tidak lebih dari sekedar nama, namun lawan-lawan dinasti Bani Umayyah di Suriah, Mesir, Arab Selatan, dan Kufah sempat menghargainya sebagai khalifah.

Setelah Mu’awiyah putra dan pengganti Yazid meninggal dunia, Ibnu Zubair muncul sebagai kandidat khalifah atas dukungan Bani Qais. Selain itu ada kandidat lainnya yaitu, Marwan bin Haqam (dukungan Bani Qalb) dan dua kabilah Arab berdomisili di Suriah, juga saling bersaing mengajukan calon masing-masing. Akan tetapi, Ibnu Zubair terpojok tatkala peta kekuatan politik mengalami perubahan, akibat pemberontakan di Kufa dan pembelontan di antara pengikutnya, setelah Yazid wafat. Pengepungan membawa kematiannya terjadi ketika Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi ditugaskan oleh khalifah Abdul Malik bin Marwan, putra Marwan bin Hakam, untuk menyelesaikan perlawanan “Sang Penantang Enam Khalifah” – dari Ali, Mu’awiyah, Yazid, Mu’awiyah, Marwan bin Hakam, sampai Abdul Malik.

Tidak kurang dari tujuh bulan diperlukan untuk menghujani kota suci Mekah dan Ka’bah dengan bombardir pasukan al-Hajjaj untuk melumpuhkan perlawanan Ibnu Zubair. Ia masih bertahan tatkala putra-putranya menyerahkan diri kepada al-Hajjaj. Keperkasaannya bangkit kembali setelah berjumpa sebentar dengan ibunya yang sudah buta, yang mendorongnya dengan memberikan semangat juang. Padahal sebelumnya, ia sempat menyatakan kepada ibunya rasa khawatir, bahwa mayatnya akan diperlakukan secara sadis oleh para pembunuhnya kelak. Ibunya mengatakan bahwa kambing yang sudah disembelih tak sedikit pun akan merasakan sayatan-sayatan pada dagingnya. Jawaban ini mendorongnya keluar dari rumah tempat ia bertahan , maju ke tengah-tengah lawannya yang kemudian menyergap dan menghabisinya. Mayatnya ditempatkan pada tiang gantung yang sama di mana saudaranya, Amr, pernah mengalami hal serupa. Atas perintah Abdul Malik, mayatnya kemudian diserahkan kepada ibunya. Tak lama berselang, setelah menguburkan mayat putranya itu, ia pun wafat pada tahun 94 H.

InshoMedia

Ibnu Zubair ('Abdullah bin Zubair) Radhiyallahu 'anhu (wafat 94 H)

Seorang pemimpin masa Khalifah Ali bin Abi Talib dan awal khilafah Bani Umayyah. Dia adalah bayi pertama yang lahir dikalangan Muhajirin di ...

Saturday, October 1, 2016



'Abdullah bin 'Abbas Radhiyallahu 'anhu (wafat 68 H)


Abdullah bin Abbas adalah sahabat kelima yang banyak meriwayatkan hadist sesudah Sayyidah Aisyah, ia meriwayatkan 1.660 hadits.

Dia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah dan ibunya adalah Ummul Fadl Lababah binti harits saudari ummul mukminin Maimunah.

Sahabat yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang ini dijuluki dengan Informan Umat Islam. Beliaulah asal silsilah khalifah Daulat Abbasiah. Dia dilahirkan di Mekah dan besar di saat munculnya Islam, di mana beliau terus mendampingi Rasulullah sehingga beliau mempunyai banyak riwayat hadis sahih dari Rasulullah . Beliau ikut di barisan Ali bin Abi Thalib dalam perang Jamal dan perang Shiffin. Beliau ini adalah pakar fikih, genetis Arab, peperangan dan sejarah. Di akhir hidupnya dia mengalami kebutaan, sehingga dia tinggal di Taif sampai akhir hayatnya.

Abdullah lahir tiga tahun sebelum hijrah dan Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam mendoakannya “Ya Allah berilah ia pengertian dalam bidang agama dan berilah ia pengetahuan takwil (tafsir)”.Allah mengabulkan doa Nabi-nya dan Ibnu Abbas belakangan terkenal dengan penguasaan ilmunya yang luas dan pengetahuan fikihnya yang mendalam , menjadikannya orang yang dicari untuk di mintai fatwa penting sesudah Abdullah bin Mas’ud, selama kurang lebih tiga puluh tahun.

Tentang Ibnu Abbas, Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berkata :”Tak pernah aku melihat seseorang yang lebih mengerti dari pada Ibnu Abbas tentang ilmu hadits Nabi Shallallahu alaihi Wassalam serta keputusan2 yang dibuat Abubakar ,Umar , dan Utsman“.

Begitu pula tentang ilmu fikih ,tafsir ,bahasa arab , sya’ir , ilmu hitung dan fara’id. Orang suatu hari menyaksikan ia duduk membicarakan ilmu fiqih, satu hari untuk tafsir, satu hari lain untuk masalah peperangan, satu hari untuk syair dan memperbincangkan bahasa Arab. Sama sekali aku tidak pernah melihat ada orang alim duduk mendengarkan pembicaraan beliau begitu khusu’ nya kecuali kepada beliau. Dan setiap pertanyaan orang kepada beliau, pasti ada jawabannya”.

Menurut An-Nasa’I, sanad hadits Ibnu Abbas paling Shahih adalah yang diriwayatkan oleh az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utba, dari Ibnu abbas. Sedangkan yang paling Dlaif adalah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Marwan as-Suddi Ash-Shaghir dan Al-Kalabi, dari Abi Shalih. Rangkaian ini disebut silsilah Al-Kadzib (silsilah bohong).

Ibnu Abbas mengikuti Perang Hunain, Thaif, Penaklukan Makkah dan haji wada’. Ia menyaksikan penaklukan Afrika bersama Ibnu Abu as-Sarah. Perang Jamal dan Perang Shiffin bersama Ali bin Abi Thalib. Ia wafat di Thaif pada tahun 68 H. Ibnu al-Hanafiyah ikut menshalatkanya.

Disalin dari : Biografi Ibnu Abbas dalam Al-Ishabah no.4772

Riwayat Ibnu Abbas Radhiallahu anhu

'Abdullah bin 'Abbas Radhiyallahu 'anhu (wafat 68 H) Abdullah bin Abbas adalah sahabat kelima yang banyak meriwayatkan hadist se...

Monday, September 26, 2016

Semua yang bernyawa akan merasakan mati. Setiap yang hidup pasti akan mati. Begitu juga dengan manusia. Kapankah? Itu semua adalah urusan Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui.

Dalam kitab Tadzkirah karya agung Imam Al Qurthubi, dijelaskan bahwa ajal adalah rahasia Allah SWT. Namun begitu hal ini malah membuat malaikat maut menjadi menangis, dan terkadang malah tertawa.

Malaikat Izrail pernah menangis dan tertawa ketika mencabut nyawa manusia ini. Maka dari itu, Allah SWT mencoba berdialog dengan malaikat Izrail ini.

Allah SWT bertanya kepada Malaikat Izrail,
"Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"
"Aku pernah tertawa, prnah juga menangis dan pernah juga terkejut dan kaget."


Allah SWT bertanya,
"Apa yang membuatmu tertawa?"
"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, 'Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun."
"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu, dia sudah kucabut nyawanya," tutur Malaikat Izrail.




Allah SWT bertanya lagi,
"Apa yang membuatmu menangis?"
"Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir. Lantas kucabut nyawanya sambil menangis karena mendengar tangisan bayi yang malang tersebut."





Allah SWT bertanya,
"Apa yang membuatmu kaget dan terkejut?"
"Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya yang terang benderang keluar dari kamarnya."
"Setiap kali aku mendakitnya, cahaya itu semakin menyilaukan seolah-olah ingin mengusirku. Kemudian kucabut nyawanya disertai cahaya terang benderang tersebut," jelas malaikat selanjutnya.

Dialog Allah SWT dan Malaikat Izrail

Semua yang bernyawa akan merasakan mati. Setiap yang hidup pasti akan mati. Begitu juga dengan manusia. Kapankah? Itu semua adalah urusan Al...

 

Tekno Ilmu © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com