Showing posts with label Kisah Nabi. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nabi. Show all posts

Thursday, July 11, 2019

Abu Thalib pergi ke Syam bersama beberapa pemuda pemuka Quraisy dan Nabi Muhammad SAW.

Ketika di Syam, mereka bertemu dengan seorang pendeta yang meminta dengan sungguh-sungguh agar mereka tidak membawa Muhammad ke daerah orang-orang Romawi.

Pendeta itu berkata,
"Jika orang-orang Romawi melihat dan mengenal ciri-ciri yang dimiliki Muhammad, maka mereka akan menyiksanya."

Ketika pendeta itu menyarankan hal tersebut, Abu Thalib menoleh dan tiba-tiba muncul sembilan orang Romawi dari arah belakang.

Pendeta itu menyambut mereka dan berkata,
"Apa yang mendorong kalian datang?"
Mereka menjawab,
"Pendeta kami memberitahukan bahwa ada seorang nabi dari bangsa Arab menuju negeri kami di bulan ini, maka semua jalan dijaga oleh orang-orang untuk menangkapnya, dan kami ditugaskan ke jalan ini."


Pendeta itu berkata,
"Jika Allah telah menghendaki suatu perkara, maka apakah menurut kalian ada yang bisa menolaknya?"
Mereka menjawab,
"Tidak."

Pendeta itu berkata,
"Berbaitlah kepada nabi ini, sesungguhnya ia benar."
Mereka berbaiat bersama pendeta itu, kemudian mendatangi rombongan Abu Thalib.

Pendeta itu bertanya,
"Aku harap kalian menjaganya, siapa yang menjadi walinya?
Orang-orang Quraisy menjawab,
"Ini."
Sambil menunjuk ke arah Abu Thalib.

Pendeta itu terus menerus meminta Abu Thalib untuk menjaga Muhammad, sehingga Abu Thalib memulangkannya bersama beberapa orang termasuk Bilal.

Pendeta itu membekali Muhammad dengan roti dan minyak zaitun.

HR. Razin dari Ali bin Abu Thalib r.a

Ramalan Pendeta Nasrani I - Tentang Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Abu Thalib pergi ke Syam bersama beberapa pemuda pemuka Quraisy dan Nabi Muhammad SAW. Ketika di Syam, mereka bertemu dengan seorang pendeta...

Saturday, July 6, 2019

Menurut suatu riwayat (Fathul Baari, juz VI, hal 309), pada suatu hari Nabi Musa as berpidato dihadapan kaumnya dari Bani Israil. Nabi Musa as berdakwah kepada mereka untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT.

Mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Ungkapan-ungkapan kalimat yang disampaikan Nabi Musa as begitu memukau hati mereka sehingga mereka merasakan kesejukan siraman rohani, di tengah-tengah jalan hidup masyarakat Bani Israil yang sesat itu.

Ada yang Tanya Siapa Hamba Terpintar di Bumi

Sehabis pidato itu, Nabi Musa as ditanya oleh salah seorang dari kaumnya yang turut berkumpul bersama hadirin.

Dia berkata,
"Wahai Musa, siapakah yang lebih pintar diantara hamba-hamba-Ya di muka bumi ini?"

Nabi Musa as menjawab,
"Akulah orangnya."

Jawaban itu wajar saja.
Karena pada zaman itu hanya Nabi Musa as yang berhasil membawa Bani Israil kepada hidayah Ilahi.

Dialah yang telah menaklukkan Raja Fir'aun dengan segala kekuasaan dan kesombongannya. Dia juga yang telah menaklukkan para tukang sihir istana sehingga mereka mengikuti agama Nabi Musa as.

Nabi Musa as juga telah dikaruniai nikmat terbesar sebagai Rasul-Nya, yaitu nikmat dapatnya Beliau bercakap-cakap secara langsung dengan Allah SWT.

Bahkan Beliau juga telah berhasil membongkar rahasia tentang pembunuhan yang kejam. Berasal dari awal mula pidato Beliau ini, maka Allah SWT menegur Nabi Musa as, hingga beliau berguru kepada hamba Allah SWT yang bernama Khidir.


Wallahu A'lam...

Pidato Nabi Musa as - Penyebab Beliau Berguru kepada Nabi Khidir as

Menurut suatu riwayat (Fathul Baari, juz VI, hal 309), pada suatu hari Nabi Musa as berpidato dihadapan kaumnya dari Bani Israil. Nabi Musa ...

Thursday, June 27, 2019

Jabir ra menceritakan bahwa ada seorang perempuan Yahudi Khaibar meracuni seekor kambing yang telah dijerat, kemudian dihadiahkan kepada Rasulullah SAW.

Kemudian Beliau memungut sekerat daging kambing tersebut dan memakannya, dan sekelompok sahabata juga ikut memakannya.Rasulullah SAW bersabda,
"Jangan memakannya lagi !!!".

Lalu Nabi SAW memanggil perempuan itu dan bertanya,
"Apakah kamu meracuni kambing ini?"
Perempuan itu menjawab,
"Siapakah yang memberitahumu?"


Rasulullah SAW menjawab,
"Sekerat daging di tanganku ini."
Perempuan Yahudi berkata,
"Jika engkau memang nabi, kambing itu tidak akan membahayakanmu. Tetapi jika engkau bukan nabi, maka kami akan merasa senang karenanya."

Kemudian Rasulullah SAW mengampuni perempuan Yaahudi itu dan tidak menghukumnya. Sahabat-sahabat yang ikut makan daging itu meninggal dunia dan Rasulullah SAW selamat dan dengan cepat dibekam oleh Abu Hindun.

Rasulullah SAW Kebal Terhadap Racun

Jabir ra menceritakan bahwa ada seorang perempuan Yahudi Khaibar meracuni seekor kambing yang telah dijerat, kemudian dihadiahkan kepada Ras...

Sunday, June 23, 2019

Siapa Bu Jahal yang dimaksud di sini?
Abu Jahal adalah paman dari Nabi Muhammad SAW.

Abu Hurairah r.a menceritakan bahwa Abu Jahal bertanya,
"Apakah Muhammad menyujudkan wajahnya di tanah?"
Para sahabat menjawab, "ya."

Abu Jahal berkata lagi,
"Demi Latta dan Uzz, jika aku melihat Muhammad melakukan itu, sungguh aku akan menginjak lehernya."

Abu Jahal mendatangi Rasulullah SAW yang saat itu sedang salat untuk menginjak leher Beliau.

Belum sempat mendekati Rasulullah SAW, Abu Jahal mundur dan memangku dua tangannya.

Kemudian para sahabat bertanya,
"Apa yang terjadi padamu?"
Abu Jahal menjawab,
"Tiba-tiba saja diantara aku dan dia ada parit api, sesuatu yang sangat mengerikan dan sayap-sayap."


Rasulullah SAW kemudian bersabda,
"Kalau dia mendekatiku, niscaya malaikat akan menyambar anggota tubuhnya satu demi satu."

(HR. Muslim).

Kesialan Abu Jahal Berdasarkan Hadits

Siapa Bu Jahal yang dimaksud di sini? Abu Jahal adalah paman dari Nabi Muhammad SAW. Abu Hurairah r.a menceritakan bahwa Abu Jahal bertanya,...

Saturday, June 22, 2019

Dari beberapa sumber dari kaum ulama yang menjelaskan nama-namanya, ada satu pendapat yang memanggilnya Khidir dengan nama "Khidir". Dan tentang nama ayahnya juga ada perselisihan ulama.


Inilah ketiga pendapat tentang Khidir.

1. Khidir adalah nama seorang anak cucu Nabi Adam as yang taat beribadah kepada Allah SWT dan ditangguhkan ajalnya.

Kitab Al Ifrad oleh Dattiqutani dan Ibnu Asakir, riwayat dari Ibnu Abbas).

2. Ibnu Khidir berasal dari Romawi, sedangkan bapaknya keturunan Bangsa Persi.

Fathul Bari juz VI hal 310. Al Bidayah wan Nihayah juz I hal. 326. Ruhul Ma'ani juz XV hal 319.

3. Kata Al Alusi.

"Aku tidak membenarkan semua sumber yang menyatakan tentang riwayat asal usul Khidir. Tetapi Imam Nawawi menyebutkan bahwa Khidir adalah putera seorang raja."
Fathul Bari juz VI hal 390.

Wallahu A'lam.

3 Pendapat Tentang Siapa itu Khidir

Dari beberapa sumber dari kaum ulama yang menjelaskan nama-namanya, ada satu pendapat yang memanggilnya Khidir dengan nama "Khidir...

Sunday, November 11, 2018

Sebagai putra dari Nabi Ishaq as, Nabi Ya'qub as mengikuti jejak ayahnya untuk mengajak rakyat Kan'an untuk beriman kepada Allah SWT.

Dan sebelum ayahnya wafat, beliau mendapat wasiat untuk menemui pamannya di negeri Babilonia.

Karena tingkah lakunya yang terpuji, sepanjang perjalanan banyak orang yang menyapanya.

Krtika Nabi Ya'qub as sedang beristirahat melepas lelah, ia bermimpi didatangi banyak malaikat.


Para malaikat itu menyampaikan pesan dari Allah SWT, bahwa kelak dirinya akan dikarunia banyak keturunan, yang nantinya akan menguasai bumi.

Ketika zaman Nabi Ya'qub as, menikahi dua orang istri yang bersaudara tidaklah dilarang.




Sehingga Nabi Ya'qub as memiliki dua orang istri kakak beradik yaitu Layya dan Rahiel.

Dua orang istri lainnya adalah Balha dan Zulfa.

Keempat istrinya tersebut, melahirkan 12 orang putra yang nantinya akan menjadi kabilah-kabilah bangsa Israel.

Nabi Ya'qub as merasa lega hatinya.

Sebelum beliau wafat, Nabi Ya'qub as memanggil semua anak-anaknya agar berjanji akan tetap beriman kepada Allah SWT.

Kisah Nabi Ya'qub as - Memiliki Keturunan yang Banyak

Sebagai putra dari Nabi Ishaq as, Nabi Ya'qub as mengikuti jejak ayahnya untuk mengajak rakyat Kan'an untuk beriman kepada Allah SWT...

Thursday, September 6, 2018

Sahabat penggemnar setia Kisah Islamiah blog yang sederhana ini, semoga kalian diberi kesehatan dan rezeki yang terus mengalir laksana aliran air sungai.

Kali ini admin ingin mengisahkan kisahnya Nabi Ishaq as.

Dahulu kala ketika perkawinan antara Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah tak kunjung juga dikarunia keturunan, tibalah saatnya yang dinanti tiba, yaitu kabar gembira.

Malaikat datang memberi kabar kalau Siti Sarah akan memiliki seorang putra. Kabar tersebut tentu saja membuat Siti Hajar hepi dan riang gembira, karena pada waktu itu, usianya sudah sangat tua sekali.

Meskipun demikian, kabar yang dibawa oleh malaikat itu disambut dengan bahagia karena sudah cukup lama Siti Sarah ini mendambakan seorang putra. Siti Sarah ini merupakan istri solehah, dimadu pun tetap sabar dan mengiyakan.

Tak lama kemudian, Siti Sarah hamil, kemudian melahirkan seorang putra yang diberi nama "Ishaq", yang dalam bahasa Ibrani artinya adalah "yang membuat tertawa".

Hari-haripun mereka lalui dengan penuh kebahagiaan sambil mengajari Nabi Ishaq kecil yang terus tumbuh dengan nilai-nilai Ketunanan.






Nabi Ishaq as ini merupakan bocah yang cerdas, pintar, rajin dan patuh sehingga semua ajaran orangtuanya dengan mudah diterimanya dengan cepat.

Karena ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, Nabi Ishaq as tumbuh menjadi pemuda yang berbeda dengan pemuda lainnya. Terlebih karena ia juga pintar berdakwah seperti ayahnya.

Nabi Ibrahim as kemudian meminta Nabi Ishaq as untuk berdakwah di daerah Kan'an dan Sam.

"Ajaklah semua rakyat yang ada di sana untuk menyembah Allah SWT," pesan Nabi Ibrahim as kepada putranya.
Dengan patuh Nabi Ishaq as menjalankan pesan tersebut.

Nabi Ishaq as menikah dengan Rifqah, seorang gadis sholehah, putri dari Bitauel bin Nahur, saudara kandung Nabi Ibrahim as. Nabi Ishaq as tak henti-hentinya berdakwah hingga sebagian besar penduduk Palestina beriman kepada Allah SWT. Dan Nabi Ishaq as menjadi orang yang terpandang di kaumnya.

Pada suatu hari, malaikat datang kepada Nabi Ishaq as untuk menjemputnya.Manusia yang selalu berjuang di jalan Allah SWT tersebut menyambut kedatangan malaikat maut dengan hati gembira.

Beliau merasa sudah siap untuk menghadap kepada Allah SWT karena telah melaksanakan tugasnya di dunia. Saat itu, usia Nabi Ishaq as adalah 180 tahun.

Kisah Nabi Ishaq as - yang Membuat Tertawa - Pendakwah Negeri Kan'an dan Sam

Sahabat penggemnar setia Kisah Islamiah blog yang sederhana ini, semoga kalian diberi kesehatan dan rezeki yang terus mengalir laksana alira...

Tuesday, July 3, 2018

Nabi Ismail as adalah putra dari Nabi Ibrahim as dengan istrinya yang bernama Siti Hajar.

Nabi Ibrahim as membawa mereka berdua ke negeri Mekah, yang pada waktu itu masih padang pasir kosong tak berpenghuni.

Kemudian Nabi Ibrahim as meninggalkan Siti Hajar dan Ismail kecil untuk menemui istrinya yang kedua yaitu Siti Sarah.

Pada suatu hari Siti Hajar dan Ismail putranya sangat kehausan karena persediaan air minum mereka telah habis.

Air susu sang ibu pun tidak keluar karena tak ada seteguk airpun yang bisa diminum Siti Hajar.

Dalam usahanya mencari air, Siti Hajar berlari-lari dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa.

Tapi semua usaha itu sia-sia saja.




Namun telah terjadi suatu keajaiban yang terjadi, Ismail kecil yang menangis menahan rasa haus, menghentak-hentakkan kakinya ke tanah sehingga memancarkan sebuah mata air.

Dengan air itu, Siti Hajar dan Ismail memuaskan dahaganya. Sumber air yang tak pernah kering itu bernama air Zam-zam.

Sepulang Nabi Ibrahim ke Mekah, ia mendapati padang pasir yang dulu kering dan tandus, sudah berubah menjadi daerah yang sangat subur. Banyak orang dari berbagai negeri ikut tinggal di sana.

Siti Hajar dan Ismail hidup dalam kecukupan.

Pada suatu hari Nabi Ibrahim as selalu saja bermimpi menyembelih putranya tercinta, yaitu Nabi Ismail as.

Kemudian ia menceritakan mimpinya tersebut kepada putran, Ismail yang pada waktu itu sudah demikian kuatnya keimanannya kepada Allah SWT.

Nabi Ismail as menyuruh ayahnya untuk melaksanakan apa yang ada di dalam mimpinya itu, karena ia yakin itu adalah perintah Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim as hendak melaksanakan perintah Allah SWT dalam mimpi itu, Iblis berkali-kali menggoda.

Mereka kemudian mengusir Iblis dengan melemparinya batu.



Dan sebelum pedang Nabi Ibrahim as menyentuh leher Nabi Ismail as, malaikat menggantikannya dengan seekor domba yang gemuk dan sehat.

Kurang dari 1 detik, tubuh Nabi Ismail as telah berpindah dan diganti domba yang terisis pedang lehernya. Subhanallah.

Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk membangun Ka'bah.

Ka'bah inilah yang nantinya menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Kakbah kemudian dibangun bersama-sama dengan Nabi Ismail as.

Selesai.

Kisah Nabi Ismail as - Rela Disembelih Karena Allah SWT

Nabi Ismail as adalah putra dari Nabi Ibrahim as dengan istrinya yang bernama Siti Hajar. Nabi Ibrahim as membawa mereka berdua ke negeri Me...

Friday, May 18, 2018

Kembali lagi dengan kisah islami menarik mengenai nabi. Kali ini kisahnya tentang nabi Ibrahim as yang memiliki putra-putri bagus yang pernah ada di dunia.

Nabi Ibrahim as lahir di Babilon, beliau masih keturunan dari Sam bin Nuh as. Nabi Inrahim as memiliki dua orang putera yang kelak keduanya juga menjadi seorang nabi, yaitu Ishaq as dan Ismail as.

Oleh karena itu, Nabi Ibrahim as menjadapt julukan bapaknya para nabi.

Kelahiran Nabi Ibrahim as


Pada zaman nabi Ibrahim as, negeri Babilon dipimpin oleh Raja Namrud, seorang raja yang sangat kejam, memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir di negeri itu. Karena ada rasa khawatir akan dibunuh juga, orang tua Ibrahim as menyembunyikan bayi Ibrahim di dalam sebuah gua.

Dengan kekuasaaan Allah SWT, Ibrahim kecil dapat bertahan hidup dengan mengisap ujung jarinya sendiri yang bisa mengeluarkan air susu. Allahu Akbar.



Banyak Pertanyaan


Nabi Ibrahim as kemudian tumbuh menjadi anak yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Di dalam pikirannya dipenuhi pertanyaan, mengapa kaumnya menyembah berhala padahal berhala itu buatan mereka sendiri.

Banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam pikiran Nabi Ibrahim as.
Beliau mengamati bintang matahari dari terbit hingga terbenamnya, juga mengamati bintang dan bulan yang hanya muncul setiap malam saja.

Beliau juga memperhatikan kehidupan yang ada di sekitarnya, semuanya begitu teratur dan ia sangat yakin sekali pasti semuanya ada yang mengatur. Tentu saja bukan berhala-berhala itu yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Allahlah Dzat yang Dicari Nabi Ibrahim as


Siapakah yang Mengatur Alam ini ya???
Kemudian Nabi Ibrahim as meminta bukti kepada Allah SWT bahwa Dialah Dzat yang mengatur, serta yang menghidupkan dan mematikan semua yang hidup.

Doa Nabi Ibrahim as didengar Allah SWT.
Allah SWT kemudian menyuruh Nabi Ibrahim as membunuh beberapa ekor burubg yang berbeda dan mencincangnya. Daging burung tersebut lalu dicampur aduk menjadi satu dan diletakkan di sebuah bukit.

Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk memanggil burung-burung tersebut. Maka daging burung yang tercampur tadi ternyata berkumpul kembali sesuai dengan jenisnya, menyatu dalam bentuk seekor burung yang utuh seperti sedia kala. Burung-burung itu terbang mengampiri Nabi Ibrahim as.

Seketika itu juga Nabi Ibrahim as langsung terjatuh dan bersujud menyembah Allah SWT.

Raja Namrud dan Berhala-berhalanya


Ketika Raja Namrud sedang berburu, Nabi Ibrahim as menhancurkan berhala-berhala yang selama ini menjadi pujaan kaumnya. Kecuali satu buah berhala yang paling besar, di lehernya ia kalungkan kapak yang digunakan untuk menghancurkan berhala-berhala itu.

Setelah mengetahui berhala-berhala yang dipujanya hancur, Raja Namrud sangat marah. Ia memerintahkan untuk menangkap Nabi Ibrahim as karena ia yakin dialah pelakunya. Nabi Ibrahim as selalu melarang rskyat Babilonia memuja berhala.




"Hai Ibrahim, aku yakin bahwa kamulah yang menghancurkan berhala-berhala itu. Karena hanya kamu saja yang tidak senang kami memujanya, "tuduh raja Namrud.
"Jangan sembarang menuduh, Raja Namrud. Apakah engkau tidak berpikir kalau yang menghancurkan berhala-berhala kecilmu adalah berhala yang paling besar. Buktinya kapa ada padanya. Mungkin karena dia tidak mau ada saingannya, "bantah Nabi Ibrahim as.

Raja Namrud semakin marah karena merasa dipermainkan. Maka terjadilah perdebatan yang sangat hebat diantara keduanya.

"Mana mungkin berhala yang besar itu menghancurkan berhala yang kecil. Dia hanya batu dan tidak dapat berbuat apa-apa, "bantah Raja Namrud.
"Berarti kalian sadar kalau yang selama ini kalian sembah dan dipuja-puja hanyalah sebongkah batu dan tidak bisa berbuat apa-apa? Lalu apa yang kalian harapkan darinya? "sindir Nabi Ibrahim as.

Dibakar Hidup-hidup dan Serangan Nyamuk Ganas

Sebagian orang yang sadar, menyatakan ikut pada ajaran Nabi Ibrahim as. Raja Namrud merasa sangat malu dengan ucapan Nabi Ibrahim as tersebut.

Meskipun hatinya membenarkan ucapan Nabi Ibrahim as, tapi harga dirinya melarang untuk mengakui kebenaran tersebut. Ia malah memerintahkan prajuritnya untuk membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim as.

Karena perlindungan Allah SWT, api tidak mampu membakar tubuh Nabi Ibrahim as.

Penduduk Babilonia semakin banyak yang menjadi pengikut Nabi Ibrahim as. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim as dan pengikutnya agar hijrah ke Palestina.

Penduduk Babilonia yang masih menyembah berhala diberi azab Allah SWT berupa nyamuk-nyamuk ganas yang menggigit mereka sampai mati tak tersisa.

Selesai.

Kisah Nabi Ibrahim as - Menghancurkan Berhala

Kembali lagi dengan kisah islami menarik mengenai nabi. Kali ini kisahnya tentang nabi Ibrahim as yang memiliki putra-putri bagus yang perna...

Saturday, April 28, 2018

Akhir bulan saatnya update untuk menyegarkan halaman Kisah Islami blog ini, teladan untuk mengarungi kehidupan sehari-hari. Kisahnya sudah tertulis di Al Qur'an.

Oh iya, insya Alloh tanggal 1 Mei 2018 nanti akan ada hari dimana setiap doa pasti dikabulkan Allah SWT, hari Nisfu Sya'ban dan pertengahan Mei sudah Ramadan.

Kisahnya...

Pada zaman dahulu ada suatu penduduk yang bernama negeri Sodom yang menganggap bahwa berhala yang mereka sembah adalah Tuhan yang memberi mereka rezeki dan kehidupan.

Hal ini membuat tingkah laku mereka menjadi tidak wajar seperti manusia pada umumnya. Terlebih kebiasaan mereka untuk menyukai sesama jenis. Laki-laki menyukai laki-laki dan perempuan menyukai perempuan.



Maka di negeri itulah Allah SWT menurunkan Nabi Luth as sebagai utusaNya dan untuk mengajak orang-orang sesat itu ke jalan kebaikan.

Nabi Luth as berdakwah menyadarkan kaum Sodom untuk meninggalkan berhala dan segera menyembah Allah SWT. Juga harus meninggalkan kebiasaan mereka yang menyukai sesama jenis.

Tapi bukan sambutan baik yang diterima Nabi Luth as. Bahkan mereka yang mengikuti ajakan Nabi Luth as, dianiaya. Namun Nabi Luth as berusaha untuk bersabar menerima perlakuan kaum Sodom.

Kaum Sodom Membenci Nabi Luth as


Berbagai macam ancaman dan hinaan diterima Nabi Luth as. Kaum Sodom semakin membencinya namun Nabi Luth as tak pernah surut tekadnya untuk terus menerus berdakwah.

"Kalian ancam apapun, aku akan terus berdakwah. Karena Allah SWT mengutusku untuk menyadarkan kalian yang hidup dalam kesesatan, untuk mengajak ke jalan Allah SWT."





Yang paling membuat Nabi Luth as bersedih adalah perilaku mereka yang menyukai sesama jenis. Hingga Nabi Luth as mencari cara untuk berdakwah.

Tamu


Pada suatu hari Nabi Luth as kedatangan tamu dua orang pemuda tampan rupawan. Nabi Luth as merasa risau tentang hal ini karena kondisi negerinya sedang kacau.

"Wahai saudara-saudaraku, bukan aku tidak senang menerima kedatangan kalian. Tapi negeri Sodom saat ini kondisinya sedang kurang baik. Sebaiknya kalian segera pergi dari negeri ini sesbelum terjadi sesuatu pada diri kalian, "tutur Nabi Luth as.

Diam-diam istri Nabi Luth as melaporkan kedatangan kedua tamu tampan itu kepada pemuka kaum Sodom. Sontak saja, kaum Sodom segera mengepung rumah Nabi Luth as.

"Wahai Luth, Engkau tidak perlu cemas. Kami berdua ini sebenarnya adalah malaikat yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan kabar kepadamu," kata pemuda tampan itu yang ternyata malaikat.

Kedua pemuda itu berpesan kepada Nabi Luth as agar segera pergi dari negeri Sodom bersama pengikutnya, karena Allah SWT akan segera memberikan azab kepada penduduk Sodom sebelum waktu subuh.

Hujan Batu


Nabi Luth as bersama pengikutnya bergegas meninggalkan negeri Sodom. Tak lama kemudian, turunlah hujan batu dari langit disertai api yang menimpa orang-orang di negeri Sodom.

Negeri Sodom yang dihuni oleh manusia penyuka sesama jenis, dalam sekejap hancur lebur dan beganti kobaran api serta batu-batuan yang panas sekali.

Itulah hukuman bagi kaum yang berbuat maksiat. Allah SWT itu Maha Kuasa atas segala sesuatu yang dikehendakiNya.
Selesai.

Kisah Nabi Luth as - Kaum yang Mencintai Sesama Jenis

Akhir bulan saatnya update untuk menyegarkan halaman Kisah Islami blog ini, teladan untuk mengarungi kehidupan sehari-hari. Kisahnya sudah t...

Saturday, March 31, 2018

Nabi Shaleh as hidup diantara kaum Tsamud yang gemar menyembah berhala. Beliau diutus oleh Allah SWT untuk menydarkan mereka menuju jalan kebenaran.

Kaum Tsamud tinggal di daerah yang dulu pernah ditempati oleh kaum 'Ad. Hal itulah yang membuat mereka juga memiliki keahlian bertani dan membuat bangunan yang indah seperti kaum 'Ad.

Mereka berlaku sombong dan menolak ajakan Nabi Shaleh as untuk menyembah Allah SWT. Kaum Tsamud beranggapan bahwa kepintaran dan hasil pertanian yang berlimpah, mereka peroleh dari berhala-berhala yang mereka sembah.



"Wahai Shaleh, janganlah engkau melarang kami untuk menyembah berhala. Dan kalau engkau seorang nabi, tunjukkanlah mukjizat dari Tuhanmu agar kami percaya, "kata pemimpin kaum Tsamud.

Karena merasab ditantang seperti itu, Nabi Shaleh as lantas berdoa kepada Allah SWT agar diberi mukjizat. Dan Allah SWT mengabulkan doa tersebut.

Ketika Nabi Shaleh as memukul-mukulkan tangannya ke atas batu, muncullah seekor unta yang gemuk dan sehat. Kaum Tsamud akhirnya mengakui kehebatan Nabi Shaleh as.

Namun tidak berarti mereka lantas mengikuti ajaran Nabi Shaleh as untuk menyembah Allah SWT. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang menyatakan ikut, sedangkan yang lainnya tetap bersikukuh menyembah berhala yang dibuatnya sendiri.

"Kalian boleh mengambil air susu unta kapanpu kalian mau. Tapi jangan sekali-kali ada yang berani menganiaya unta itu, apalagi sampai membunuhnya, "pesan Nabi Shaleh as.





Lama kelamaan banyak kaum Tsamud yang menyatakan ikut pada ajaran Nabi Shaleh as. Hal tersebut membuat pemuka kaum mereka yang tetap menyembah berhala merasa iri dan merencanakan kejahatan.

Mereka menyuruh dua orang pemuda untuk membunuh unta Nabi Shaleh as. Nabi Shaleh as yang mengetahui kalau untanya mati dibunuh menjadi marah dan berseru kepada kaum Tsamud.

"Aku sudah memberikan kebebasan kepada kalian untuk mengambil air susu unta itu sepuas-puasnya. Tapi kenapa kalian malah membunuhnya? Apakah kalian tidak takut menerima azab Allah SWT?"

Nabi Shaleh as segera mengumpulkan pengikutnya untuk mengajak meninggalkan kota itu. Dan tepat pada hari ketiga sepeninggal Nabi Shaleh as dan pengikutnya, azab dari Allah SWT berupa petir datang menyambar-nyambar, menghanguskan semua kaum Tsamud yang tidak percaya kepada Allah SWT.

Selesai.

Kisah Nabi Shaleh as - Dengan Unta Ajaib

Nabi Shaleh as hidup diantara kaum Tsamud yang gemar menyembah berhala. Beliau diutus oleh Allah SWT untuk menydarkan mereka menuju jalan ke...

Friday, February 23, 2018

Kaum 'Ad yang tinggal di daerah Aghaf, dikenal sebagai kaum yang memilki kepandaian membuat bangunan yang indah. Pada zaman itulah Nabi Hud as, keturunan dari Sam bin Nuh, melakukan dakwah dan mengajak untuk menyembah Allah SWT.

Kaum 'Ad ini memiliki tubuh yang besar dan merasa yakin bahwa hasil pertanian mereka yang melimpah ruah merupakan pemberian dari berhala yang mereka sembah.

Mereka tidak percaya akan keberadaan Allah SWT, seperti yang sering disebut Nabi Hud as. Namun Nabi Hud as tak henti-hentinya mengajak kaum 'Ad ke jalan Allah SWT.
Tapi mereka terlalu sombong.



Mereka tidak mau mengikuti Nabi Hud as sebagai utusan Allah SWT.

Melalui doanya, kemudian Nabi Hud as memohon kepada Allah SWT.
"Ya Allah, berilah cobaan kepada kaum yang sombong ini dengan kemarau panjang. Semoga dengan cobaan itu akan menyadarkan mereka untuk mengikuti ke jalanMu."

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Hud as. Kaum'Ad diberi cobaan oleh Allah SWT berupa kemarau panjang hingga tiga tahun lamanya. Kemarau yang panjang tersebut membuat kaum yang durhaka ini kehilangan seluruh harta bendanya.

Namun sayang, mereka belum juga menyadari kalau kemarau panjang itu merupakan cobaan yang datang dari Allah SWT. Mereka tetap berkeyakinan kalau berhala-berhala yang mereka sembah sedang murka.

Tubuh Mereka Bergelimpangan Seperti Arang


Pada suatu hari, malaikat datang kepada Nabi Hud as untuk memberitahukan bahwa Allah SWT akan membinasakan kaum 'Ad dengan hukuman yang lebih dahsyat.

Malaikat berpesan agar Nabi Hud as dengan kaumnya yang beriman kepada Allah SWT untuk segera pergi menuju Hadratuk Makkah, agar terhindar dari bencana tersebut.




Setelah Nabi as serta pengikutnya pergi, datanglah angin yang bergulung-gulung yang menyapu bersih apa saja yang ada di perkampungan kaum 'Ad itu.

Dan bukan hanya itu saja, petir juga terus menerus menggelegar serta membakar, menghanguskan apa saja yang disambarnya.
Astaghfirullah...

Tak ada seorang pun, tak seorang pun dari kaum 'Ad yang durhaka itu lolos dari maut. Tubuh mereka satu persatu bergelimpangan menjadi arang.
Astaghfirullah....

Kisah Singkat Nabi Hud as - Kaum 'Ad Hancur Dengan Topan

Kaum 'Ad yang tinggal di daerah Aghaf, dikenal sebagai kaum yang memilki kepandaian membuat bangunan yang indah. Pada zaman itulah Nabi ...

Saturday, January 20, 2018

Nabi Nuh asadalah nabi ketiga setelah Nabi Adam as dan Nabi Idris as. Sama seperti dengan nabi pendahulunya, Nabi Nuh as juga hidup di tengah kaum yang tidak percaya kepada Allah SWT. Mereka lebih suka menyembah berhala daripada mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Nuh as agar menyembah Allah SWT.

Mereka lebih senang hidup bebas tanpa kendali, daripada mengikuti ajaran Nabi Nuh as yang penuh dengan aturan-aturan. Kebebasan yang mereka sukai itu telah membuat kaum itu semakin tersesat. Hidup mereka tak ubahnya dengan hidup binatang.

Pada awalnya, keberadaan Nabi Nuh as tidak mengusik kemauan dan kesenangan mereka. Namun ketika Nabi Nuh as mulai mengigatkan dan mengajak kaumnya untuk menuju jalan kebenaran, mereka mulai tidak suka dengan utusan Allah SWT itu. Setiap kali Nabi Nuh as menyampaikan ajakan untuk menyembah Allah SWT, hinaan dan caci maki yang mereka berikan.



Yang paling membuat Nabi Nuh as merasa bersedih adalah keluarganya sendiri. Yaitu istrinya dan anaknya yang bernama Kan'an yang menolak mengikutinya untuk menyemnbah Allah SWT. Mereka tetap saja berkeyakinan bahwa berhala-berhala lah yang mereka sembah dan sebagai sumber kehidupan.

"Ayah jangan melarang keyakinan kami kepada berhala-berhala itu. Karena dialah yang memberi kehidupan dan rejeki kepada kami, "kata Kan'an kapada ayahnya Nabi Nuh as.
Nabi Nuh as sampai menitikkan air mata melihat istri dan anaknya yang lebih senang memilih jalan sesat seperti itu.

"Berhala-berhala itu hanya batu yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk kalian. Allah lah yang mengatur semua kehidupan, karena Dia lah yang patut kita sembah, "kata Nabi Nuh as.
Hati istri dan anak Nabi Nuh as sudah membatu, sehingga sulit bagi Nabi Nuh as untuk menyadarkannya. Nabi Nuh as pun berdoa kepada Allah SWT agar menurunkan hidayah untuk keluarganya.
Kaum Nabi Nuh as yang menolak ajarannya, tingkah lakunya semakin tidak terkendali. Mereka menganggap dengan kekayaan yang mereka miliki dapat berbuat semaunya. Pengikut Nabi Nuh as yang rata-rata hidup dalam kemiskinan, mereka hina dan mereka perlakukan dengan semena-mena.

"Wahai Nuh, kalau kamu mau harta yang berlimpah kami bersedia memberikannya. Dan kalau kamu menginginkan kedudukan yang tinggi, kami akan mengangkatmu sebagai pimpinan. Tapi dengan satu syarat, kamu harus menghentikan ajaranmu yang melarang kami menyembah berhala, " bujuk mereka.

"Aku tidak pernah mengingkan harta seperti yang kalian miliki. Dan aku juga tak pernah berangan-angan untuk menjadi pemimpin diantara kaum ini. Sebenarnya aku selalu mengajak kalian untuk kembali kepada Allah SWT, Zat yang patut kalian muliakan dan disembah, "jawab Nabi Nuh as.

Beratus-ratus tahun lamanya Nabi Nuh as berusaha mengajak umatnya yang sesat agar kembali kepada jalan Allah SWT. Namun hanya sedikit saja diantara mereka yang mau mengikuti ajarannya. Akhirnya Nabi Nuh as berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pertolonganNya.

Allah SWT memberikan petunjuk agar Nabi Nuh as membuat perahu yang besar dengan bimbingan para malaikat. Meskipun mendapatkan ejekan dari orang-orang kafir, Nabi Nuh as tetap melaksanakan perintah Allah SWT itu.

"Orang yang selalu membujuk kita untuk menyembah Tuhannya, ternyata benar-benar orang gila. Lihatlah, dia membuat perahu di atas gunung pada musim kemarau seperti ini. Apa mau mengajak kita berlayar ke atas langit sana?" demikian olok-olok mereka kepada Nabi Nuh as.




Setelah perahu selesai dibuat, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Nuh as untuk memasukkan ke dalam perahu berpasang-pasang binatang dan tumbuhan bermanfaat yang bisa dibawa, juga semua pengikutnya.

Hujan pun tiba-tiba saja turun dengan derasnya sampai berhari-hari lamanya. Daratan yang semula kering dan tandus, kini digenangi air yang menenggelamkan apa saja yang ada di atasnya. Orang-orang kafir yang tadinya mengejek dan memperolok, mulai panik memikirkan keselamatan dirinya.

Tapi tak seorangpun yang selamat, termasuk istri dan anak Nabi Nuh as. Tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk menyadari semua kesalahan yang telah mereka perbuat. Tak ada kesempatan bagi mereka untuk bertaubat. Allah SWT terlanjur murka dan menunjukkan kekuasaanNya.

Jika Dia menghendaki, dalam sekejap saja bisa memusnahkan dan menghancurkan semua ciptaanNya. Hanya Nabi Nuh as dan orang-orang yang beriman saja yang selamat.

Kisah Nabi Nuh as - Kaumnya Diselamatkan dengan Kapal

Nabi Nuh asadalah nabi ketiga setelah Nabi Adam as dan Nabi Idris as. Sama seperti dengan nabi pendahulunya, Nabi Nuh as juga hidup di tenga...

Tuesday, December 12, 2017

Nabi Idris as adalah nab i kedua setelah Nabi Adam as. Sebagai seorang nabi, Allah SWT memberinya mukjizat berupa kepandaian ilmu pengetahuan.

Dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya itulah Nabi Idris as mengajak kaumnya untuk memperbaiki akhlak dan moral mereka yang telah rusak.



Nabi Idris as mengajarkan cara menyembah kepada Allah SWT, bukan kepada berhala-berhala atau benda lain selain Allah SWT, yang telah mereka jalani selama ini.

Pada waktu itu, kuda masih belum menjadi hewan tunggangan. Namun Nabi Idris as sudah bisa menungganginya, sehingga kuda merupakan kendaraan yang paling disukai.

Sebagai nabi yang serba bisa, Nabi Idris as juga mengajarkan cara menjahit, berhitung dan menulis.

Nabi Idris as ini telah menerima 10 shlifah dari Allah SWT yang berisi ajaran kebenaran atau bisa disebut dengan lembaran wahyu Allah SWT.




Kitab itulah yang menjadi panutan dan tuntunan bagi Nabi Idris as untuk berdakwah, untuk mengajak kaumnya menuju jalan Allah SWT dengan benar.

Nabi Idris as mendapat julukan "Asadud Usud", yang artinya singa dari segala singa, karena kegagahan dan keberaniannya.

Meskipun demikian, Nabi Idris as tidak bersifat semena-mena kepada orang yang takut kepadanya. Malah Nabi Idris as mengajak ke jalan Allah SWT dengan rasa kasih sayang serta pemaaf.

Itulah yang membuat Nabi Idris as banyak disukai, sehingga kaumnya yang semula berada dalam kesesatan, mengikutinya dn menuju kebaikan.

Kisah Singkat Nabi Idris as - Karya Ilmu Pengetahuan

Nabi Idris as adalah nab i kedua setelah Nabi Adam as. Sebagai seorang nabi, Allah SWT memberinya mukjizat berupa kepandaian ilmu pengetahua...

Saturday, November 4, 2017

Ketika manusia hendak diciptakan, sebelumnya Allah SWT telah menciptakan alam semesta dan isinya. Allah SWT menciptakan manusia agar menjadi khalifah yang mengurus dunia.

Para malaikat bertanya kepada Allah SWT,
“Mengapa Engkau hendak menempatkan di permukaan bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, sedang kami semua bertasbih memuji dan mensucikanMu?”

Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui.”

Adam, sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat, diajari berbagai hal yang tidak pernah diajarkan kepada malaikat maupun iblis.



Maka ketika di hadapan para malaikat dan iblis, Allah SWT bertanya tentang nama-nama benda, dengan mudah Adam teringat dan menjawabnya.

Sedangkan para malaikat dan iblis tidak dapat menjawab. Allah SWT kemudian memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam, tapi iblis menolak dengan alasan ia diciptakan dari api, merasa lebih mulia daripada Adam yang diciptakan dari tanah.

Karena tidak patuh dengan perintah Allah SWT, iblis diusir keluar dari surga dan ditempatkan di neraka.

Sejak saat itulah iblis memiliki rasa dendam kepada Adam. Iblis memintah kepada Allah SWT untuk dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat. Iblis bersumpah akn membujuk dan menyesatkan seluruh anak cucu Adam agar nanti pada hari kiamat bisa menemaninya di neraka.

Setelah iblis tidak tinggal lagi di surga, penghuni surga tinggal Adam bersama para malaikat saja. Dari tulang rusuk Adam, Allah SWT kemudian menciptakan seorang manusia lagi yang diberti nama Hawa, untuk menemani Adam di surga.

Tiada kenikmatan yang demikian luar biasa seperti dirasakan Adam dan Hawa di surga. Mereka bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah SWT.

Namun ada satu larangan dari Allah SWT, yaitu mereka dilarang memetik dan makan buah khuldi. Semua buah boleh dipetik, kecuali buah Khuldi. Namun sayangnya, larangan Allah SWT tersebut dilanggar oleh Adam dan Hawa.




Semua karena adanya rayuan dari iblis.
“Sebenarnya jika memakan buah khuldi itu, kalian akan menjadi penghuni surga untuk selama-lamanya.”

Awalnya Adam tak percaya sama sekali dengan rayuan iblis ini. Iblis tak patah arang. Di dekatinya Hawa agar merayu Adam untuk memetik buah khuldi dan memakannya bersama-sama.

Dan...
Iblis berhasil juga. Jika Adam dan Hawa makan buah khuldi, pasti mereka akan diusir juga dari surga.

Lama kelamaan terus dibujuk iblis, Adam mulai goyah juga.
“Mungkin saja apa yang dikatakan iblis itu benar. Tiada salahnya mencoba seperti apa rasanya buah khuldi itu.”

Mereka kemudian memetik buahkhuldi serta memakannya. Tentu saja perbuatan mereka diketahui oleh Allah SWT.
Allah berfirman,
“Tidakkah Aku telah melarang kalian memakan buah pohon khuldi dan memberitahu kalian bahwa iblis adalah mjusuh yang nyata kalian.”

Penyesalan dan permohonan ampun Adam dan Hawa yang telah melanggar larangan Allah SWT, tidak merubah keputusan Allah SWT untuk menurunkan ke bumi secara terpisah.
Adam diturunkan di Hinsudtan dan Hawa di Jeddah.

Setelah bertahun-tahun saling mencari, akhirnya mereka bertemu di Muzdalifah.

Mereka hidup di bumi dengan sangat berbeda dengan kehidupan di surga. Untuk mempertahankan hidupnya, Adam dan Hawa harus bekerja keras membanting tulang, bertarung melawan kondisi alam yang masih murni saat itu.

Pasangan Adam dan Hawa dikarunia anak 20 pasang anak kembar. Yang kemudian terus beranak pinak hingga menjadi beratus juta manusia tinggal di bumi sekarang ini.

Selesai.

Kisah Nabi Adam a.s Bapak Umat Manusia

Ketika manusia hendak diciptakan, sebelumnya Allah SWT telah menciptakan alam semesta dan isinya. Allah SWT menciptakan manusia agar menjadi...

Sunday, April 16, 2017

Maih ingatkah dengan kisah Nabi Yunus as? Nabi Ynus as pernah melakukan kesalahan dengan khilafnya. Beliau telah berputus asa karena dakwahnya selama ini selalu saja terus menerus ditolak oleh kaumnya.

Akhirnya Allah SWT memberikan peringatanan yang nyata kepada Nabi Ynus as dengan mendatangkan seekor ikan besar. Ketika kapal nabi Yunus diterjang badai, perahu oleh dan nabi Yunus tercebur ke laut.

Bisa dikatakan pada waktu itu Nabi Yunus pergi melarikan diri bersama pengikutnya yang beriman menyeberangi lautan. Karena Sang nabi telah putus asa karena dakwahnya selalu saja dimentahkan kaumnya.

Singkat cerita, pada waktu Nabi Ynus terjebur ke laut, tubuhnya mengambang di permukaan laut. Kemudian mendekatlah seekor ikan besar dan raksasa datang dan menelan kekasih Allah SWT tersebut.

Karena si ikan berukuran super besar, kontan saja menelan tubuh manusia bukan masalah besar. Lep lep lahap tubuh Nabi Ynus ditelan bulat-bulat oleh ikan raksasa tersebut.

Setelah menelan kekasih Allah SWT, ikan raksasa tersebut meluncur ke dasar laut. Bisa dibayangkan betapa besarnya ikan ini hingga manusia saja tetap bisa leluasa bergerak seperti di dalam kamar saja.

Nabi Yunus as sangat terkejut karena mendapati dirinya telah berada di dalam perut ikan. Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as langsung sadar dan segera bertobat.





Beliau banyak-banyak membaca tasbih.
"Laailaaha illa anta, subahaanaka inni kuntu mindzdzalimiin"

Artinya:
"Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah Yang Maha Suci. Sesungguhnya saya termasuk orang yang menganiaya diri sendiri."

Ikan-ikan dan tumbuhan yang hidup di dasar laut mendengar tasbih Nabi Yunus as, kemudian semua makhluk laut pun berkumpul di sekitar ikan Nun sambil mengucapkan tasbih.

Sontak saja, ikan Nun kaget bukan kepalang. Ikan Nun merasa ketakutan dan baru menyadari kalau dia sebenarnya menelan manusia yang menjadi kekasih Allah SWT.

Entah berapa lama Nabi Ynus as berdiam diri di perut ikan Nun. Yang jelas, semua makhluk hidup di laut ikut bertasbih mengikuti tasbihnya Nabi Yunus as.






Akhirnya taubat Nabi Yunus diterima. Allah SWT memerintahkan ikan Nun untuk memuntahkan Nabi Yunus as di suatu tempat yang telah ditentukan.
Tubuh nabi kurus kering.

Tanpa Sadar Ikan Raksasa Memakan Kekasih Allah

Maih ingatkah dengan kisah Nabi Yunus as? Nabi Ynus as pernah melakukan kesalahan dengan khilafnya. Beliau telah berputus asa karena dakwahn...

Sunday, March 5, 2017

Nabi Zulkifli adalah salah satu nabi yang tergolong memiliki watak yang sabar serta taat bertibadah. Beliau hidup di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana.

Pernah suatu ketika sang raja mengumpulkan semua rakyatnya di tempat yang lapang.





Raja bertanya,
"Siapakah diantara kalian yang bisa berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam beribadah?" tanya raja.

Raja melihat kerumunan rakyatnya dan tak satupun yang sanggup menerima tantangannya. Namun tak disangka ada seorang pemuda yang berani maju ke depan dan menerima tantangan raja.


Pemuda itu berkata,
"Saya sanggup melakukan itu wahai Paduka?"

"Seberapa lama kamu bisa melakukannya?" tanya raja.
"Dengan izin Allah, saya akan melakukannya selamanya," kata pemuda itu.

Akhirnya raja mempersilahkan pemuda itu untuk mempraktekkan ucapannya tersebut.






Siapakah nama pemuda tersebut?

Dialah Basyar, yang juga disebut dengan Zulkifli, yang anrtinya sanggup.
Itulah nama asli dari Nabi Zulkifli.

Siapa Nama Asli Nabi Zulkifli

Nabi Zulkifli adalah salah satu nabi yang tergolong memiliki watak yang sabar serta taat bertibadah. Beliau hidup di sebuah negara yang dipi...

Tuesday, January 31, 2017

Assalamu'alaikum...
Tentunya para pembaca blog kisal islami yang budiman ini masih ingat tentang Nabi as yang mendapat perintah dari Allah SWT agar membuat kapal besar yang bisa mengangkut semua pasang makhluk hidup.

Allah SWT akan mengirimkan bala kepada orang-orang yang tidak mempercayai kerasulan Nabi Nuh as. Nabi Nuh as diutus untuk menyampaikan bahwa risalah, hanya Allah SWT saja yang patut untuk disembah.

Manusia di bumi ketika itu tidak percaya sama sekali dengan risalah Nabi Nuh as hingga Allah SWT akan mengirimkan banjir bandang ke seluruh bumi.

Ketika kapal sudah jadi, Nabi Nuh as serta pengikutnya yang hanya sedikit mulai mengumpulkan makhluk hidup sepasang demin sepasang dan dinaikkan ke atas kapal.

Tanpa disadari oleh pengikut Nabi Nuh as, ternyata di dalam rombongan tersebut ada Iblis yang turut menumpang. Hanya Nabi Nuh as yang menyadari akan kedatangan musuh Allah SWT ini.

Ketika melihat Iblis, Nabi Nuh pun berdialog dengan Iblis. Dan ternyata memang Allah SWT memiliki rencana. Di situlah Iblis membeberkan startegi untuk memperdayai manusia.





Iblis Menyusup ke Kapal Nabi Nuh as


Bersama dengan semua pengikutnya, Nabi Nuh as mulai memperhatikan satu persatu seluruh pasangan makhluk hidup yang ada di bumi dan yang sudah dinaikkan ke kapal.


Hujan mulai turun membasahi bumi. Diperhatikannya satu persatu yang hadir di kapal. Tiba-tiba saja matanya tertuju kepada seorang laki-laki tua yang tak dikenalnya.

"Siapaksh Anda?" tanya Nabi Nuh as.
"Aku adalah Iblis, "jawab lelaki tua tersebut.
"Kenapa engkau mau ikut kami?" tanya Nabi Nujh as lagi.
"Aku ke sini bukan mau ikut kapalmu maupun ingin selamat bersamamu. Tapi aku hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biarlah tubuh mereka bersamamu asalkan hati mereka bersamaku, "jawab Iblis terus terang.






Mendengar pengakuan Iblis ini, Nabi Nuh as marah dan mencoba mengusirnya.

"Keluarlah wahai musuh Allah !" bentak Nabi Nuh asa.
Namun Iblis tak menjawabnya apakah mau tetap tinggal di kapal atau keluar dari kapal. Begitulah sedikit kisah Nabi Nuh as dengan Iblis ketika naik kapal.

Kisah Kapal Nabi Nuh Disusupi Iblis

Assalamu'alaikum... Tentunya para pembaca blog kisal islami yang budiman ini masih ingat tentang Nabi as yang mendapat perintah dari All...

Sunday, June 5, 2016

Kejadian ini diungkapkan oleh Iblis pada zamannya Nabu Nuh as. Nabi Nuh as adalah salah satu Nabi yang dianugerahi usia yang panjang. Sepanjang hidupnya, ia telah melihat banyak karakter manusia.

Salah satunya adalah golongan manusia yang kerap ingkar kepada Allah SWT. Nabi Nuh as sangat prihatin dengan akhlak manusia yang buruk seperti itu. Karenanya, ia memohon kepada Allah SWT agar ditimpakan bencana kepada mereka. Dan Allah SWT Maha Pengabul Doa umatnya.

Allah SWT akan mengirimkan banjir bandang kepada umat Nabi Nuh as. Maka Beliau diperintahkan untuk membuat sebuah kapal besar yang sekiranya mampu untuk menampung sepasang semua makhluk hidup selain manusia dan manusia-manusia yang beriman.

Pada saat semuanya sudah masuk ke dalam kapal, ada seseorang yang mencurigakan telah menaiki kapal Nabi Nuh as. Dan ternyata orang tersebut adalah Iblis.

Iblis diperintahkan untuk keluar dari kapal, namun Iblis tak menggubrisnya. Malah Iblis berkata kepada Nabi Nuh as.

"Wahai kekasih Allah, aku menyimpan lima strategi yang dengannya aku akan boleh mencelakan umat manusia. Aku akan sebutkan padamu yang tiga, tapi menyembunyikan yang dua."


Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh as agar mendengarkan yang dua saja dan tidak usah yang tiga.
"Aku tidak tertarik dengan yang tiga, tapi sebutkan saja yang dua yang kau sembunyikan itu," kata Nabi Nuh as.

"Baiklah Nabi Nuh, aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara ini, "kata Iblis.





1. Sifat dengki.

Aku akan tanamkan sifat dengki dalam hati manusia. Alasannya karena dengki ini, aku dilaknat oleh Allah dan dijadikan sebagai setan yang terkutuk.






2.Sifat serakah.

Karena serakah, Adam menghalalkan segala makanan di surga sehingga dia dikeluarkan.

Dengan dua sifat ini, kami semua dikeluarkan dari surga. Itulah dua strategi Iblis untuk menjerumuskan manusia ke lembah kenistaan. Sedangkan tiga strategi lain akan dibahas pada edisi lain.

2 Rahasia Strategi Iblis Menyesatkan Manusia serta Alasannya

Kejadian ini diungkapkan oleh Iblis pada zamannya Nabu Nuh as. Nabi Nuh as adalah salah satu Nabi yang dianugerahi usia yang panjang. Sepanj...

Saturday, May 7, 2016

Ingin tahukah kisah nyata seperti apa yang membenarkan, true story kalau membaca shalawat memiliki faedah dan keutamaan yang tak seorang pun menyangkanya.

Kisahnya


ada suatu hari, Abu Laits Samarqandi sedang melakukan perjalanan bersama ayahnya. Dalam perjalanan tersebut, ternyata takdir Allah SWT menentukan lain.

Ayahnya jatuh sakit dan tak lama kemudian ayahnya akhirnya meninggal dunia. Lokasi meninggal ayahnya itu sangat jauh dari pemukiman penduduk.

Kini tinggallah Abu Laits seorang diri. Ia sangat sedih dan berharap muncul rombongan kafilah yang bisa ia mintai tolong untuk merawat jenazah ayahnya tersebut.



Kesedihan Abu Laits kian bertambah setelah dalam waktu yang sekejap saja, jenazah ayahnya di bagian wajah tiba-tiba saja menghitam.
"Astaghfirulloh...., ada apa dengan wajah ayahku?" Ya Allah...ampuni dosa dan kesalahan ayahku, "kata Laits dalam hati dengan penuh tanya.


Mimpi Rasulullah SAW


Sambil menunggu rombongan kafilah datang, Abu Laits yang kelelahan dan tak terasa tertidur di samping jenazah ayahnya. Dalam tidurnya tersebut, ia bermimpi didatangi oleh sosok pemuda yang tampan.

Abu Laits bertanya,
"Siapakah Saudara?"
"Aku adalah Muhammad bin Abdullah, "jawab pemuda itu yang ternyata adalah Rasulullah SAW.

Maka mengertilah Abu Laits, bahwa yang hadir dalam mimpinya tersebut adalah utusan Allah SWT. Hatinya merasa sangat gembira sekali.
"Ya Rasulullah SAW, apa yang terjadi dengan jenazah ayahku?" tanyanya.

"Aku datang karena hendak menziarahi jenazah ayahmu, dan izinkan aku untuk membuka kain di wajah ayahmu, "jawab Nabi SAW.

Setelah diizinkan, Rasulullah SAW kemudian berdoa kepada Allah SAW. Seketika itu juga, Abu Laits melihat jenazah pada bagian wajah ayahnya yang semula gelap menjadi putih bercahaya.

Karena penasaran, Abu Laits kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada Rasulullah SAW.

"Wahai Rasulullah SAW, apakah yang menyebabkan wajah ayahku menjadi hitam?" tanya Abu Laits.
"Ayahmu semasa hidup telah berbuat dosa dalam keadaan orang lain tidak mengetahuinya. Namun ketika malam hari, dimana orang lain telah tidur dengan lelapnya, dia bangun dan merintih kepada Allah SWT. Dia mengadu kepada Allah SWT akan hal dirinya yang sering berbuat dosa karena tak mampu melawan hawa nafsunya. Ayahmu juga senantiasa basah lidahnya dengan bershalawat untukku. Oleh sebab itu, pada hari kematiannya, Allah SWT memerintahkan aku untuk menziarahi mayatnya, "jelas Nabi SAW.




Keutamaan Shalawat


Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang senantiasa bertobat atas dosanya, maka seperti orang yang tiada dosa. Namun dalam keadaan bertobat, hendaklah tobat yang sebenar-benarnya dan hati yang tulus ikhlas."

Terdapat banyak kelebihan bershalawat. Di antaranya Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Orang yang paling utama bagiku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat untukku. Barangsiapa yang membaca shalawat 100 kali untukku pada hari Jumat, kelak pada hari kiamat, dia datang dengan wajah yang bersinar-sinar. Sekiranya sinar itu dibagi-bagikan kepada semua makhluk, niscaya mencukupi."

Hebat sekali keutamaan membaca shalat ini. Mari membiasakan diri untuk rajin membaca shlawat setiap hari sekuatnya dan sebanyak-banyaknya.

Kisah Nyata Keutamaan Shalawat Nabi

Ingin tahukah kisah nyata seperti apa yang membenarkan, true story kalau membaca shalawat memiliki faedah dan keutamaan yang tak seorang pun...

 

Tekno Ilmu © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com