Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Wednesday, January 30, 2019


Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menggelar Rakornas Satpol PP dan Satlinmas dalam Penyelenggaraan Trantibumlinmas untuk mendukung Pemilu 2019 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara, rabu (30/1). Pesertanya pimpinan Satpol PP seluruh Indonesia.


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Rakornas Satpol PP dan Satlinmas merupakan konsolidasi pimpinan Satpol PP untuk dapat membantu mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di setiap daerah.

Selain Mengawal TPS, Tjahjo Minta Satpol PP Ikut Kampanyekan Jokowi

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menggelar Rakornas Satpol PP dan Satlinmas dalam Penyelenggaraan Trantibumlinmas untuk mendukung Pemi...

Friday, August 5, 2016


Mantan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie mendorong masjid kembali ditingkatkan untuk menjadi benteng bagi umat dari ajaran-ajaran yang menyimpang.

Ia menjelaskan, tidak ada negara di dunia yang hanya mengandalkan pada sumber daya alam semata. Ia mencontohkan negara Jerman yang mengandalkan sumber daya manusianya.

"Harga minyak yang tinggi bisa jatuh, harga rempah-rempah juga bisa jatuh. Yang bisa diandalkan secara terus menerus hanyalah sumber daya manusia yang bisa selalu terbarukan," kata Habibie di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (04/8), seperti dikutip Rmol.co.

Menurut pendiri sekaligus Ketua Umum ICMI pertama ini, upaya meningkatkan produktifitas masjid dengan mensinergikan tiga elemen positif yakni budaya, agama dan ilmu pengetahuan.

"Kita berlandaskan Alquran dan Al Sunnah, tapi kita harus berani mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk meningkatkan produktivitas. Budaya, agama dan ilmu pengetahuan harus ditingkatkan. Masjid harus berada di garis depan untuk melakukan itu," kata Habibie.

Ia sangat yakin, umat Islam di Indonesia mampu untuk mewujudkan tiga hal itu. Ia lantas bercerita bagaimana budaya mampu mempengaruhi untuk berpikir positif.

"Saya sampaikan kepada Ainun (alm istri) masa lalu milikmu, masa laluku milikku, tapi masa depan milik kita bersama sampai akherat," ujarnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

red: abu faza

Sumber: suara-islam.com

BJ Habibie Dorong Masjid Menjadi Benteng Umat Islam

Mantan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie mendorong masjid kembali ditingkatkan untuk menjadi benteng bagi umat dari ajaran-ajaran yang menyi...

Sunday, July 24, 2016


TURKI (Arrahmah.com) – Sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh beberapa anggota militer Turki berhasil digagalkan. Sekelompok tentara Turki yang sebelumnya secara resmi menyatakan kudeta dan darurat militer mengklaim telah mengambil alih sebagian negara, di mana bandara utama di Istanbul ditutup dan jet tempur terlihat di langit Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam panggilan telepon kepada penyiar radio CNN Turk pada Jum’at (15/7/2016) menegaskan bahwa dirinya masih menjadi kepala negara dan militer, ia menyeru kepada rakyat untuk turun ke jalan melawan kudeta.

“Kami akan mengatasi hal ini,” tegas Erdogan melalui panggilan video. Dia meminta para pengikutnya untuk turun ke jalan untuk membela pemerintahnya dan mengatakan bahwa komplotan kudeta akan membayar harga yang tidak sedikit atas hal ini. Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan bahwa ribuan orang pun memenuhi seruan Presiden Erdogan untuk turun ke jalan.

Erdogan dikenal sebagai seorang presiden yang dekat dengan rakyatnya. Di bawah kepemimpinannya, hak-hak rakyat dan kaum muslimin telah berhasil diperjuangkannya. Turki diantaranya juga telah berhasil menghapuskan larangan berhijab bagi muslimah, termasuk di kantor-kantor pemerintahan.

Ia pernah menegaskan bahwa jalan demokrasi yang ia tempuh dengan partainya hanyalah sebagai alat dan bukan tujuan. Baginya, sistem sekuler jelas telah gagal, dan ia berkeyakinan akan dapat mengubahnya dengan Islam.

Pada beberapa kesempatan, presiden yang dikenal akan ketegasannya dalam melawan bangsa penjajah “Israel” ini juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kabar terbaru dari Turki menyebutkan bahwa ia juga mengumandangkan azan di masjid kepresidenan baru-baru ini.

(banan/arrahmah.com)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kumandangkan azan subuh di Masjid 'Bestepe' Istana Kepresidenan

TURKI (Arrahmah.com) – Sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh beberapa anggota militer Turki berhasil digagalkan. Sekelompok tentara Turki ...

Friday, July 22, 2016


GAZA (Arrahmah.com) – Al-Qassam berjanji akan membebaskan semua tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara “Israel”, lansir MEMO (21/7/2016).

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di situsnya, Al-Qassam mengatakan, “Musuh (“Israel”) sedang bingung dan akan tetap selalu bingung meskipun mereka memiliki semua teknologi dan peralatan yang cerdas itu. Semuanya tidak akan mendapatkan secuil pun informasi tentang tentaranya, yang saat ini disimpan di tempat yang tidak diketahui.”

Pada tanggal 20 Juli 2014, Al-Qassam menahan seorang tentara “Israel” dari medan perang di timur kota Gaza. Sampai sekarang belum diketahui lokasi di mana tentara itu sedang berada dan juga tidak diketahui apakah ia masih hidup atau mati.

Beberapa hari kemudian, Al-Qassam mengumumkan bahwa mereka telah menculik tentara “Israel” yang lain di kota Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza.(fath/arrahmah.com)

Al-Qassam berjanji akan membebaskan tahanan Palestina dari penjara-penjara "Israel"

GAZA (Arrahmah.com) – Al-Qassam berjanji akan membebaskan semua tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara “Israel”, lansir MEMO (21/...

Thursday, July 21, 2016


Banyak orang di negeri ini yang gagal paham tentang taktik berpolitik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoga. Bahkan beberapa penulis mengumbar pikiran picik dan dangkal hanya berdasarkan berita di media dan mencari data melalui google search. Sebenarnya mereka tak tahu siapa Erdogan dan tidak mengerti sepak terjangnya. Tidak mengenal Erdogan, berarti juga tidak akan memahami rakyat Turki.

Berdasarkan pandangan dan pendapat mereka, bisa dikelompokkan sbb, pertama adalah golongan yang tidak menyukai pemerintahan Jokowi dan berharap akan adanya kudeta militer seperti di Turki. Mereka adalah orang-orang yang gagal move on dan tidak pernah bisa menerima kekalahan dalam pilpres 2014.

Kedua adalah golongan Islam fundamentalis yang berharap bisa mengubah Indonesia menjadi negara Islam. Golongan ini juga terbagi dua; kelompok yang mendukung Erdogan karena dia dianggap pemimpin Islam terhebat sekarang ini dan kelompok yang membenci Erdogan karena dianggap bekerja sama dengan Barat, komunis dan yahudi.

Ketiga adalah golongan liberal yang tidak menyukai kebangkitan negara Islam dan lebih suka mendukung negara-negara Barat. Mereka lebih percaya apa yang dikatakan Amerika Serikat dan sekutunya tanpa mencoba mencari fakta yang sebenarnya atau menyelidiki dengan seksama. Bahkan orang-orang ini akan dengan cepat meng-counter berita tentang Erdogan sehingga berbalik menyudutkan pemimpin Turki tersebut.

Akibat dari gagal paham terhadap Erdogan, terjadi polemik dan beredar informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berita dan pendapat yang simpang siur membuat gaduh masyarakat Indonesia. Maklum, karena mayoritas penduduk adalah muslim, maka apa yang terjadi di Turki menjadi perhatian kita.

Ada beberapa hal yang perlu diluruskan dalam hal taktik berpolitik Erdogan. Dia adalah politikus yang brilian. Erdogan tidak sembarang mengambil peran aktif dalam kancah dunia tanpa pertimbangan yang matang dan target yang tinggi. Ia menyadari betul posisi Turki yang strategis, baik dari sisi geografisnya, mau pun peran di dunia internasional.

Namun satu hal perlu dicamkan, Erdogan adalah seorang muslim dan berniat menjadi pemimpin muslim. Dia memiliki ambisi untuk membangun kembali imperium Turki sebagaimana kejayaan di masa Ottoman dahulu. Erdogan ingin Turki menjadi pemimpin negara-negara islam dan menjadi pelindung kaum muslim di dunia.

Di bawah ini adalah taktik Erdogan bermain politik tingkat dunia:

1. Erdogan bergabung dengan NATO agar negara-negara Barat mempercayai mereka bahwa Turki mendukung AS dan sekutunya. Dengan demikian, mereka tidak mengacaukan Turki sebagaimana negara-negara Islam lainnya. Padahal sebenarnya Turki sangat membela dan membantu sesama negara Islam.

2. Erdogan membuka hubungan dengan Israel. Bukan berarti Turki menjalin kerjasama dengan Yahudi. Sebagaimana diketahui, Israel adalah sekutu terdekat AS. Karena itu Erdogan harus hati-hati agar Israel dan AS tidak memerangi Turki seperti kepada Palestina dan negara-negara lainnya. Di sisi lain, hal itu bisa membuat Israel lengah dan bantuan Turki ke Palestina bisa masuk.

3. Erdogan berteman dengan Rusia. Ini tidak dimaksudkan bahwa dia adalah pendukung komunis. Hubungan dengan Rusia adalah penyeimbang dengan kekuatan Barat yang semakin menekan. Musuh bebuyutan AS dan sekutunya adalah dua negara, Rusia dan Cina.

4. Erdogan bersahabat dengan Iran. hal ini jarang disadari oleh orang awam. Turki boleh dikatakan tidak berselisih dengan Iran. Erdogan bukan pendukung Syi'ah. Persahabatan dengan Iran karena negara itu memiliki kekuatan nuklir yang ditakuti oleh AS dan Israel. Turki dan Iran banyak menjalin kerja sama di bidang perekonomian.

5. Erdogan bergabung dengan Uni Eropa. Sebagian besar negara-negara di eropa adalah pendukung AS. Karena itu untuk menjinakkan mereka, Turki bergabung dengan Uni Eropa. Selain itu, ada keuntungan dari sisi perdagangan, pariwisata dan imigrasi pengungsi melalui Turki ke Eropa.

Kepiawaian Erdogan sejauh ini berhasil mengangkat Turki menjadi negara yang cukup disegani. Perekonomian meningkat pesat sehingga Turki digolongkan sebagai negara Islam yang sudah maju dan modern. Dukungan kepada Turki pun terus mengalir, terutama dari negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim.

Semakin lama AS dan sekutunya semakin mengendus taktik yang dijalankan Erdogan. Apalagi mereka merasa dibohongi dan dipecundangi dalam mengurus Suriah. Di sisi lain, mereka sudah melihat bahwa jika dibiarkan maka Turki akan menjadi negara Islam yang kuat dan digdaya. Hal ini membahayakan rencana AS dan Israel untuk menguasai Timur Tengah dan untuk menguasai dunia.

Turki harus 'dibunuh', itulah keputusan yang harus segera dilaksanakan. Sebagaimana biasa, politik adu domba digunakan dengan memanfaatkan orang-orang yang tidak menyukai Erdogan, baik di dalam negeri maupun negara-negara lain. Namun kali ini mereka gagal. Erdogan tidak semudah itu dikalahkan.

Muslimina

Gagal Paham Tentang Politik Erdogan

Banyak orang di negeri ini yang gagal paham tentang taktik berpolitik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoga. Bahkan beberapa penulis mengumbar...

 

Tekno Ilmu © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com