Sunday, July 23, 2017

Video: Kisah Nenek Pemungut Daun

Saturday, July 22, 2017

Pak Asep membenahi barang dagangannya, guratan-guratan tua di kening, wajahnya tetap kelihatan bening. Sejak setahun lalu kopiah putih selalu menghiasi kepalanya, menutupi rambutnya yang seluruhnya telah berwarna putih. “Alhamdulillah Jang, kadang sepi kadang ramai,” katanya menceritakan usahanya dengan bibir terus tersenyum. Dalam usia yang ke 67 ini Pak Asep ditemani istrinya mengurus warung kelontong berukuran 3 kali 4 meter.

Pak Asep dan istrinya belum dikaruniai anak. Diusia yang senja mereka terlihat menikmati hidup. Toko kelontong yang ada di depan rumahnya yang ada di sebuah gang kecil di Bandung itu jadi satu-satunya penopang kebutuhan hidup mereka sehari-hari. “Ini kenang-kenangan dari Mekkah, Jang,” menunjuk kopiah putihnya. Pak Asep dan Istrinya memang pergi ke tanah suci tahun lalu. “Dari dulu Bapak pingin pergi haji”, lanjutnya.

Hal ini membuatnya berkomitmen untuk menabung sedikit demi sedikit dari hasil penjualan barang-barang di warungya. “Saya mah pokoknya niat pingin sekali pergi ke tanah suci,” lanjutnya. Bertahun-tahun sudah tabungannya, sesekali dihitungnya sekedar untuk makin menguatkan keinginannya. “Kurang beberapa juta lagi, Nyi, cukup da, beberapa tahun lagi, gak lama,” katanya pada istrinya. Senyum Pak Asep dan Istrinya merekah.

Terbayang ia bersama istrinya akan berthawaf keliling mengucapkan talbiah, “Labbaik Allaahumma Labbaik”. Saat-saat yang diimpikannya bertahun-tahun, untuk menyempurnakan rukun Islam, rindu di hari tuanya mendekat kepada Sang Khalik .

Dalam hari-hari semangatnya berhaji itu, tiba-tiba sampai di telinganya sebuah kabar tentang tetangganya masuk rumah sakit dan harus dioperasi. Para tetangga sebenarnya sudah iuran membantu meringankan biaya rumah sakitnya. Tapi biaya operasi memang mahal. Pak Asep tersentak……….

Terbayang olehnya uang tabungannya untuk biaya haji dapat membantu operasi tetangganya yang tak berpunya. “Haji ibadah, sedekah juga ibadah, gak apa sedekah kan uang kita untuk berobat, Ki,” istrinya mendukung uang tabungannya bertahun-tahun itu diberikan untuk biaya tetangganya yang dioperasi di rumah sakit.

“Kang, terima ini ya, rezeki mah dari Allah, mungkin emang lewat saya, biarlah ini jadi jalan makin yang mendekatkan aku pada Allooh, moga-moga cepet sembuh, kang,” katanya sambil menyerahkan amplop tebal uang tabungannya yang berbilang tahun itu. Dipeluknya Pak Asep dengan erat.

Sedikit yang tahu ketulusan Pak Asep dan Istrinya ini.

Ketika dokter yang merawat temannya ini heran dari mana ia bisa membiayai operasi yang mahal ini, maka sampailah cerita tentang uang tabungan Pak Asep ini. “Boleh saya dikenalkan sama Pak Asep, pak?” sambut sang dokter terharu. Maka ditemuinya Pak Asep dan istrinya. Dan ditemuinya keteduhan seorang dermawan. Raut wajah yang kaya, meski dalam kesederhanaan hidup. “Pak Asep, saya ada rezeki, bolehkan saya ikut mendaftarkan Bapak dan istri pergi haji bersama saya dan keluarga?” Sang dokter menawarkan. Pak Asep dan istriya sejenak berpandangan. Tak kuat lagi menahan haru, dipeluknya dokter dermawan tadi. “Alloh Maha Kaya,” ucapnya lirih di telinga dokter.

(sahabat, menangislah kalau terharu…..).

Maka kakinya kemudian hadir di Baitullah, berhaji, dengan karunia dan rezeki dari Allah. Pak Asep dan istri seakan mereguk hidangan Allah yang sempurna, buah dari kedermawanannya.

Kisah Pak Asep mungkin saja banyak terjadi kehidupan kita. Pak Asep-Pak Asep lain pun telah menggores hikmah kehidupannya sendiri. Atau bahkan telah pula sering kita alami sendiri. Dan selalu saja sedekah akan menyuburkan hati kita, memberkahi kehidupan kita. Maka mengapa kita menunda sedekah kita ?

SEDEKAH YANG MENGHAJIKAN

Pak Asep membenahi barang dagangannya, guratan-guratan tua di kening, wajahnya tetap kelihatan bening. Sejak setahun lalu kopiah putih selal...

Friday, July 21, 2017

Kisah Teladan Islami hadir kembali menyapa dan memberikan kisah yang menarik. Dan kali ini kisah berupa mukjizat yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Namanya Abu Jahal dan Abu Lahab, serasa tiada henti-hentinya berusaha untuk menghancurkan dakwah Nabi Muhammad SAW. Bahkan Abu Jahal memiliki niat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW yang masih keponakannya sendiri.

Abu Jahal pernah berkata,
"Aku sudah muak melihat keponakanku, Muhammad. Awas, suatu saat pasti aku akan membunuhnya !"

Kisahnya


Setelah Abu Jahal berkata demikian, maka segera dikumpulkan para pembenci Nabi Muhammad SAW untuk menggali sebuang lubang besar yang sangat dalam. Bisa dikatakan itu adalah sumur kematian.

Setelah digali cukup dalam, maka di atasnya ditutupi dengan beberapa daun dan rumput kering agar terlihat seperti apa adanya dan wajar terlihat. Tak lupa pula ditaburi sedikit pasir di atasnya. Sehingga siapapun tak akan pernah menyangka bahwa sebenarnya di bawah dau pelepah tersebut ada sumur kematian.





Sumur kematian ini sengaja dibuat oleh Abu Jahal tepat di tengah jalan yang biasa dilewati oleh Rasulullah SAW, yaitu antara rumah Nabi SAW dengan Kakbah.

Abu Jahal berpesan kepada budaknya,
"Kalau Muhammad sudah masuk sumur, maka kalian cepat-cepat menimbunnya dengan pasir dan batu."

Abu Jahal Pura-pura Sakit


Abu Jahal beranggapan bahwa cara inilah yang paling jitu untuk membunuh Rasulullah SAW. Namun setelah beberapa hari, dia mulai pesimis dengan sumur kematian tersebut.

Akhirnya Abu Jahal mencari akal agar Nabi SAW melalui jalan tersebut. Akhirnya Abu Jahat berpura-pura sakit dengan tujuan agar Nabi SAW sudi menjenguknya.


Abu Jahal menyuruh budaknya untuk mengabarkan kepada Nabi SAW kalau Abu Jahal sedang sakit. Yang mulia Nabi SAW dengan sikap kasih sayang, berniat menjenguknya.
Walaupun pamannya tersebut tidak setuju dengan dakwahnya, namun Nabi tetap menganggapnya sebagai orang tuanya.

Dan hampir berhasil, ketika Nabi SAW hampir menginjak jebakan, tiba-tiba saja Malaikat Jibril membisikkan kata-kata ke telinga Nabi SAW.

"Wahai Rasul, sesungguhnya berita sakitnya Abu Jahal itu hanya tipu muslihatnya saja agar engkau terperosok ke lubang sumar kematian."

Masuk Sumur Kematian


Setelah diberitahu malaikat, Nabi SAW langsung saja berbalik arah mengurungkan niatnya. Abu Jahal yang dari tadi mengintip ternyata tidak terima, lalu memanggil Nabi SAW.

"Hai Muhammad....Hai Muhammad...., "teriak Abu Jahal.

Sambil berlari, Abu Jahal memanggil Nabi SAW, dan tak sadar atau terlupa dengan jebakannya sendiri itu. Mak bluuung...Abu Jahal masuk ke dalam sumur buatannya sendiri.






Semua mencoba menolong dengan mengulurkan tali, namun tetap tak ada yang bisa mengeluarkan. Kemudian disuruhlan seorang budak untuk mencari Nabi SAW agar sudi menolong pamannya tersebut.

Dengan penuh kasih dan sayang, Nabi Muhammad SAW menolongnya meskipun Abu Jahal berusaha membunuhnya. Rasulullah SAW mengulurkan tangannya ke dalam sumur....dan sangat ajaib...dengan sekali julur saja, tangan Beliau sudah dapat diraih oleh Abu Jahil dan berhasil mengeluarkan Abu Jahal dari dalam sumur.

Sungguh mukjizat yang tiada tara hebatnya.

Keluarkan Abu Jahal dari Sumur dengan Tangan

Kisah Teladan Islami hadir kembali menyapa dan memberikan kisah yang menarik. Dan kali ini kisah berupa mukjizat yang dimiliki oleh Rasulull...

Thursday, June 29, 2017


Sahabat 1001-Kisah Islami, Mari kita belajar dari Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Saat Dirampok , Suatu hari Abdul Qadir yang masih belia meminta izin ibundanya untuk pergi ke kota Bagdad. Bocah ini ingin sekali mengunjungi rumah orang-orang saleh di sana dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka.

Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata benar dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir.

“Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaan-Nya,” pinta ibunda Abdul Qadir.

Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Bagdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah.

Yang unik, tak satu pun dari perampok itu menghampiri Abdul Qadir. Hingga akhirnya salah seorang dari mereka mencoba bertanya kepadanya, “Hai orang fakir, apa yang kamu bawa?”

“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.

“Di mana kamu meletakkannya?”

“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Perampok itu tak percaya dan mengira Abdul Qadir sedang meledeknya. Ia meninggalkan bocah laki-laki itu.

Selang beberapa saat, datang lagi salah satu anggota mereka yang melontarkan pertanyaan yang sama. Abdul Qadir kembali menjawab dengan apa adanya. Lagi-lagi, perkataan jujurnya tak mendapat respon serius dan si perampok ngelonyor pergi begitu saja.

Pemimpin gerombolan perampok tersebut heran ketika dua anak buahnya menceritakan jawaban Abdul Qadir. “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.

“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.

“Empat puluh dinar.”

“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”

“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Benar. Setelah kepala perampok memerintah para anak buah menggledah ketiak Abdul Qadir, ditemukanlah uang sebanyak empat puluh dinar. Sikap Abdul Qadir itu membuat para perampok geleng-geleng kepala. Seandainya ia berbohong, para perampok tak akan tahu apalagi penampilan Abdul Qadir saat itu amat sederhana layaknya orang miskin.

“Apa yang mendorongmu mengaku dengan sebenarnya?”

“Ibuku memerintahkan untuk berkata benar. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.

Pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”

Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.

Kisah ini diceritakan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari, yang mengutip cerita dari al-Yafi’i, dari Abu Abdillah Muhammad bin Muqatil, dari Syekh abdul Qadir al-Jailani. (Mahbib)

Diambil dari rubrik hikmah NU.Or.id

Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Saat Dirampok

Sahabat 1001-Kisah Islami , Mari kita belajar dari Kisah Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Saat Dirampok , Suatu hari Abdul Qadir yang ...

Wednesday, June 28, 2017


1001-Kisah Islami.Com- Pada tahun 118 Hijriyah, lahir seorang ulama yang bernama Yazid bin Harun bin Zadzi. Panggilan akrab ulama yang beretnis Bukhara, sebuah kawasan yang sekarang berada di Afghanistan, adalah Abu Khalid. Beliau lahir dan besar di daerah sekitar Baghdad, Irak.

Guru dari Imam Ahmad bin Hambal ini mempunyai kharisma yang luar biasa. Kharisma itu muncul karena kesaksian dari para guru dan murid-murid beliau yang mengenal beliau sebagai ulama yang tsiqah. Hampir tak seorang pun dari guru dan murid beliau yang mendapati kekurangan beliau. Hadits yang beliau riwayatkan adalah hadits yang shahih.

Kuatnya hafalan Abu Khalid Yazid bin Harun sudah dikenal di seluruh penjuru negeri muslim saat itu. Bahkan, dari sisi itu, beliau mengalahkan salah seorang guru Imam Syafi’i, Waqi’ bin Al-Jarrah. Imam Ahmad bin Hambal menyatakan bahwa kuatnya periwayatan hadits dari Yazid bin Harun sampai pada peringkat mutqin yang melebihi dari sekadar hafizh.

Imam Asy-Syafi’i pernah menyaksikan bahwa Yazid bin Harun hafal sekitar 24 ribu hadits, berikut sanadnya.

Selain kelebihan hafalan dan akhlak, Yazid bin Harun dikenal sebagai sosok ulama yang mempunyai kekuatan ibadah luar biasa. Beliau biasa shalat dari mulai Isya hingga sampai waktu Shubuh, nyaris tanpa istirahat. Dan terbiasa shalat dari mulai Zhuhur hingga datang waktu Ashar, juga tanpa istirahat. Hal itu biasa dilakukan sang ulama selama 47 tahun.

Sepanjang shalat dan munajat itu, Yazid bin Harun kerap menangis karena ketundukannya kepada Allah swt. Sedemikian seringnya menangis, ulama yang tegas dalam soal amar ma’ruf dan nahyu munkar ini mengalami kebutaan secara bertahap. Mulai dari mata kiri, kemudian yang kanan.

Kalau beliau sedang memberikan ta’lim di Baghdad, sekitar 70 ribu orang hadir untuk menyimak kajian yang beliau sampaikan. Termasuk di antara mereka Imam Ahmad bin Hambal.

Walau sebagai guru, Yazid bin Harun sangat menghormati Imam Ahmad bin Hambal. Pernah suatu kali, ketika beliau sedikit bercanda di saat mengisi sebuah pengajian, salah seorang peserta terdengar berdehem. Yazid pun mengatakan, ”Siapa yang baru saja berdehem?”

Hal itu ia tanyakan karena kondisi fisik beliau yang buta dan rasa sensitif beliau kalau-kalau ada yang tidak beres dari tingkah beliau. Seseorang pun menjawab, ”Itu suara Ahmad bin Hambal!”

Yazid bin Harun pun langsung menyatakan, ”Kenapa kalian tidak sampaikan kepadaku kalau Ahmad bin Hambal hadir di sini, agar aku tidak bercanda di hadapan kalian!”

Kharisma yang luar biasa itulah yang membuat penguasa Al-Makmun tidak berani macam-macam selama sang ulama itu masih hidup.

Pernah Al-Makmun menyatakan, kalau saja Yazid bin Harun tidak ada, aku sudah menyatakan bahwa Alquran itu makhluk.

Seorang staf istana bertanya, ”Kenapa Anda begitu segan dengan Yazid bin Harun?”

Al-Makmun menjelaskan, Aku sangat mengakui kharisma beliau yang begitu dihormati dan dijadikan rujukan oleh hampir semua rakyatku. Kalau aku mengatakan itu, dan pasti Yazid bin Harun akan membantahku, maka rakyat akan bergejolak. Dan itu merupakan bencana untukku!

Yazid bin Harun meninggal dalam usia 89 tahun di masa pemerintahan Al-Makmun, pada tahun 206 Hijriyah.

Seorang teman Imam Ahmad bin Hambal menceritakan sebuah mimpi yang ia alami. Dalam mimpi itu, ia bertemu dengan Yazid bin Harun. Ia bertanya, ”Apakah Anda didatangi Malaikat Munkar dan Nakir setelah Anda dimakamkan?”

Dalam mimpi itu, Yazid bin Harun menjawab, ”Benar. Mereka menanyakanku: siapa Tuhanmu? Apa agamamu?”

Lalu kujawab, ”Apakah pertanyaan seperti ini yang kailan ajukan kepadaku? Sungguh, ketika di dunia, aku biasa mengajarkan hal itu kepada manusia!”

Mendapati jawaban seperti itu, Malaikat Munkar dan Nakir menyatakan, ”Kamu benar. Karena itu, silakan Anda tidur seperti pengantin baru.” (muhammadnuh@eramuslim.com)/Min ’Alam As-Salaf

Sumber: eramuslim.com

Yazid bin Harun, Ulama yang Ditakuti Penguasa

1001-Kisah Islami.Com- Pada tahun 118 Hijriyah, lahir seorang ulama yang bernama Yazid bin Harun bin Zadzi. Panggilan akrab ulama yang beret...

Tuesday, June 20, 2017



1001-Kisah Islami.Com – Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Alloh ciptakan untuk sesiapa yang mati syahid berjuang di jalan Alloh. Secara bahasa Ainul Mardhiah berarti mata yang diridhai. Atau setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.

Kisah Ainul Mardhiah diceriterakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi yang dalam bahasa saya seperti ini:

Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena berjihad di jalan Alloh, maka Alloh akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga”. Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.

Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.

Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, “Di manakah ini?”.
“Inilah surga.”, jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, “Apakah Anda Ainul Mardhiah?”.
“Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang berada di bawah pohon yang rindang itu.”

Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
“Apakah Anda Ainul Mardhiah?”
“Bukan saya ini penjaganya. Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya.”

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.

“Apakah Anda Ainul Mardhiah?”
“Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu.”

Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya.

“Apakah Anda Ainul Mardhiah?”
“Ya, benar saya Ainul Mardhiah,” ujarnya pelan dengan malu-malu.

Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, “Maaf, Anda bukan seseorang yang mati syahid.”

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.

Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya menemui syahid.

Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah”.

Agungnya Ainul Mardhiah ini pun menginspirasi tim nasyid UNIC untuk menciptakan lagu khusus dengan judul Ainul Mardhiah dengan lirik yang sangat menyentuh berikut ini.

Dirimu pembakar semangat perwira
Rela berkorban demi agama
Kau jadi taruhan berjuta pemuda
Yang bakal dinobat sebagai syuhada’
Itulah janji pencipta yang Esa

Engkaulah bidadari dalam syurga
Bersemayam di mahligai bahgia
Anggun gayamu wahai seorang puteri
Indahnya wajah bermandi seri
Menjadi cermin tamsilan kendiri
Untuk melakar satu wacana
Buatmu bernama wanita

Ainul Mardhiah
Kau seharum kuntuman di taman syurga
Menanti hadirnya seorang lelaki
Untuk menjadi bukti cinta sejati

Oh Tuhan
Bisakah dicari di dunia ini
Seorang wanita bak bidadari
Menghulurkan cinta setulus kasih
Di hati lelaki bernama kekasih

Wallahu ‘Alam

(sumber: nugraha_corporation.blogspot.co.id/eramuslim.com)

Kisah Ainul Mardhiah, Bidadari Tercantik di Jannah

1001-Kisah Islami.Com – Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Alloh ciptakan untuk sesiapa yang mati syahi...

Tuesday, May 30, 2017

1.  /* File hello.c */
Hasil Run
Analisis
  • ·         Include fungsinya untuk memanggil. maksudnya untuk mengatakan kepada kompiler untuk meletakan kode dari header file stdio.h kedalam program.
  • ·         Fungsi Main adalah nama judul fungsi. 
  • ·         Fungsi Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. 
  • ·         Fungsi Tanda { pada fungsi main() menyatakan awal eksekusi program. Adapun } pada fungsi main() menyatakan akhir eksekusi program. 
2.   /* File : hello.c */
 Hasil Run


Analisis
  • ·         Return fungsinya untuk mengembalikan nilai dari 0 tersebut. jadi maksudnya fungsi tersebut harus mengembalikan suatu nilai integer.
  • ·         Fungsi Tanda <<, yang diketahui sebagai operator pemasukan (insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda.

3.   /* File : ASIGN.C */

Hasil Run
Analisis
  • ·         Include fungsinya untuk memanggil. maksudnya untuk mengatakan kepada kompiler untuk meletakan kode dari header file stdio.h kedalam program.
  • ·         Int main berfungsi sebagai judul dari program.
  • ·         Int I berfungsi untuk mendefinisikan I sebagai Integer.
  • ·         Printf berfungsi untuk memunculkan sejumlah kata atau string.
  • ·         (hello\n) Hello adalah kata yang akan ditampilkan. \n berfungsi untuk menambahkan baris baru pada kata tersebut agar tidak sejajar dengan kalimat yang lain.
  • ·         I = S berfungsi untuk mendefinisikan bahwa I adalah S.
  • ·         %d berfungsi untuk menampilkan bilangan bulat, variabel d tersebut sebagai desimal.
  • ·         Return 0 berfungsi untuk mengembalikan integer menjadi 0.
  • ·         Fungsi Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. 
  • ·         Fungsi Tanda { pada fungsi main() menyatakan awal eksekusi program. Adapun } pada fungsi main() menyatakan akhir eksekusi program.

 4.  /* File asgdll.c */
Hasil Run
Analisis
  •         Include fungsinya untuk memanggil. maksudnya untuk mengatakan kepada kompiler untuk meletakan kode dari header file stdio.h kedalam program.
  •          Int main berfungsi sebagai judul program.
  •          Float berfungsi untuk mendeklarasikan variabel floating-point.
  •          Long Double ffl berfungsi untuk mendeklarasikan fll sebagai variabel long double.
  •          F = 20.0 f berfungsi untuk mendeklarasikan nilai dari f adalah 20.0 f.
  •          Ffl +10.L berfungsi untuk mendeklarasikan nilai dari ffl adalah +10.L.
  •          Printf berfungsi untuk menampilkan kalimat yang ingin ditampilkan.
  •          %f berfungsi untuk mendeklarasikan bahwa variabel tersebut merupakan variabel float.
  •          \n berfungsi untuk menjadikan kalimat tersebut pada satu baris.
  •          %fl berfungsi untuk mendeklarasikan variabel tersebut termasuk tipe double.
  •          Return0 berfungsi untuk menetralkan kembali nilai dari variabel serta memberikan sinyal bahwa program telah sukses.
  •          Fungsi Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. 
  •          Fungsi Tanda { pada fungsi main() menyatakan awal eksekusi program. Adapun } pada fungsi main() menyatakan akhir eksekusi program.

5.   /* File : ASIGNi.C */

Hasil Run

Analisis
  • ·         Include fungsinya untuk memanggil. maksudnya untuk mengatakan kepada kompiler untuk meletakan kode dari header file stdio.h dan limits.h kedalam program.
  • ·         Int main berfungsi sebagai judul program.
  • ·         Fungsi Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. 
  • ·         Fungsi Tanda { pada fungsi main() menyatakan awal eksekusi program. Adapun } pada fungsi main() menyatakan akhir eksekusi program.
  • ·         Int i berfungsi untuk mendeklarasikan bahwa i merupakan tipe Integer.
  • ·         Longint ii berfungsi untuk mendeklarasikan bahwa ii merupakan tipe long integer.
  • ·         I= 1234 merupakan pendeklarasian bahwa I bernilai 1234.
  • ·         Ii = 123456 merupakan pendeklarasian bahwa ii bernilai 123456.
  • ·         Printf berfungsi untuk menampilkan kalimat yang ingin diinputkan.
  • ·         \n berfungsi untuk membuat kalimat yang diinginkan dalam satu baris.
  • ·         %d berfungsi untuk mendeklarasikan jenis dari kalimat tersebut termasuk bilangan bulat.
  • ·         %10d berfungsi untuk mendeklarasikan jenis dari kalimat tersebut termasuk bilangan bulat yang dibatasi.
  • ·         Return0 berfungsi untuk mengembalikan nilai dari variabel serta memberi sinyal bahwa program sudah berjalan sukses.
6.  /*File Asign2.c */
Hasil Run

analisis
  • Include fungsinya untuk memanggil. maksudnya untuk mengatakan kepada kompiler untuk meletakan kode dari header file stdio.h kedalam program.
  • -int fungsinya untuk menampung nilai
  • -Main fungsinya untuk di isi oleh judul fungsi
  • -Tanda "()" fungsinya untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi
  • -Tanda "{}"Awal dan akhir eksekusi program
  • -Printf untuk menampilkan membaca output. JANGAN LUPA PAKAI "titik koma"
  • -sintak “short ks =1” memberitahukan bahwa variable ks dengan tipe data short bernilai 1 begitu juga dengan sintak variable yang lain
  • -%d berfungsi sebagai perintah untuk memanggil variable dengan tipe data integer sedangkan %ld long int
  • -%c berfungsi sebagai perintah untuk memanggil varable dengan tipe data char
  • -%f berfungsi sebagai perintah untuk memanggil variable dengann tipe data riil/real





Contoh program menggunakan CodeBlock

1.    /* File hello.c */ Hasil Run Analisis ·          Include fungsinya untuk memanggil. maksudnya untuk mengatakan kepada komp...

 

Tekno Ilmu © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com