Sunday, January 20, 2013


Suatu hari, Qarun keluar ke Madinah dengan perhiasan yang besar dan perlengkapan yang banyak sambil memakai pakaian yang bagus.

Qarun termasuk kaum Nabi Musa ‘alaihis salam . Ia adalah seorang yang kaya, harta dan simpanannya banyak, bahkan kunci-kunci simpanan kekayaannya tidak dapat dibawa kecuali oleh orang-orang yang kuat. Akan tetapi, Qarun mendurhakai Nabi Musa dan Harun, ia tidak menerima nasihat keduanya, dan ia menyangka bahwa harta dan kenikmatan yang didapatkannya adalah karena ia berhak memilikinya dan bahwa ia memperolehnya karena ilmunya.

Harta Karun



Ketika ia melewati manusia, maka sebagian manusia mendekatinya untuk memberinya nasihat dengan berkata,

"Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.–Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Allah SWT berfirman,

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ ٧٦
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ٧٧

Artinya:
76. "Sesungguhnya Karun adalah Termasuk kaum Musa, Maka ia Berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".

77. "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Qashash: 76-77)

Maka Qarun menolak nasihat itu dengan sombong, ia berkata,
"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku."





Ia menyangka bahwa harta yang diperolehnya ini karena kecerdasan dan kemampuannya.
Suatu ketika Qarun keluar ke hadapan manusia dengan satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan segala kemewahannya untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

Saat itu, sebagian manusia ada yang terfitnah (terpukau) dengan kekayaan dan perhiasan Qarun, mereka ingin sekiranya mereka mempunyai seperti yang dimiliki Qarun, tetapi orang-orang shaleh di antara mereka berkata,

"Pahala Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal saleh.” Ketika Qarun terus bersikap sombong dan congkak, maka Allah membenamkan Qarun dan rumahnya ke dalam bumi, dan tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya, dan ketika itu, orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu, berkata,

"Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya, kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)."

Kisah Singkat Nabi Musa dan Karun

Suatu hari, Qarun keluar ke Madinah dengan perhiasan yang besar dan perlengkapan yang banyak sambil memakai pakaian yang bagus. Qarun termas...
Salam sahabat,
Pada malam hari ini admin mencoba berkisah tentang seorang wanita tuna susila. Karena ucapan seorang pemuda yang sebenarnya sangat menginginkannya, akhirnya wanita pelacur ini bertobat mencari sang pujaan hatinya hingga dia meninggal dunia.


Kisahnya.
Pada suatu negeri, jiduplah seorang wanita bernama Al-Malikah. Dia adalah wanita tuna susila nan cantik yang berasal dari keturunan Bani Israil. Dia dikenal sebagai wanita tunasusila kelas atas dengan harganya yang cukup tinggi.

Cantiknya, tak bisa dibayangkan oleh seorang pemuda yang bernama Abid. Abid ini adalah seorang pemuda miskin yang taat beribadah. Namun karena kepopileran paras ayu Al-Malikah, rupanya telah menggoda keimanan sang pemuda untuk menikmati kecantikan Al-Malikah.

Sayangnya, untuk bisa bertemu dengan Al-Malikah, Abid harus mengeluarkan biaya sebesar 100 dinar. Karena begitu besarnya harga itu, Abid harus bekerja sekuat tenaga mengumpulkan uang agar bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu.

Pertemuan Dengan Wanita Tunasusila.
Di luar dugaan, sesuatu yang mengejutkan terjadi, karena setelah Abid berada di hadapan Al-Malikah, tiba-tiba saja rubuhnya bergetar hebat, keringat bercucuran dari sekujur tubuhnya. Abid ingin segera lari dari hadapan Al-Malikah, hingga Al-Malikah pun dibuat terkejut dengan tingkah laku Abid.

Ketika Al-Malikah sudah berada di depan Abid, Abid justru teringan dengan Tuhan-Nya.
"Aku takut kepada Allah SWT, bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatan maksiatku nanti," kata Abid.

Ucapan spontan dari Abid ini malah membuat Al-Malikah sangat terkejut. Entah bagaimana ucapan Abid seakan menjadi wasilah yang mampu memberikan kesadaran pada Al-Malikah. Di luar dugaan, hati Al-Malikah tersentuh oleh ucapan Abid yang polos tersebut.

Meninggal.
Tidak berapa lama kemudian Abid langsung lari dari hadapan Al-Malikah.
Al-Malikah pun kaget, dan mengejar Abid sampai tergopoh-gopoh. Akhirnya berhasil juga Al-Malikah mengejar Abid. Al-Malikah memohon agar Abid mau menjadikannya istri. Sambil menangis dan memohong berulangkali, Al-Malikah minta dijadikan istri oleh Abid. Abid kebingungan dibuatnya.
Al Malikah tidak akan melepaskan tangannya sebelum Abid berjanji untuk menikahinya.

Namun apa yang terjadi, Abid berhasil melepaskan cengkeraman tangan Al-Malikah dan langsung kabur dengan cepat hingga hilang dari pandangan.Keteguhan keimanan sang pemuda rupanya telah menawan hati Al-malikah. Kata-kata iman yang keluar dari mulut Abid telah benar-benar membuka hati, mata dan piikiran Al-malikah.

Usia pertemuan itu, Al-malikah berjanji untuk memperbaiki diri sendiri dan segera keluar dari lembah hitam. Dia terus mencari Abid hingga ke pelosok-pelosok, namun yang dicarinya selalu tidak membuahkan hasil.

Di suatu tempat, Abid begitu ketakutan yang sangat luar biasa. Karena ketakutannya kepada Allah SWT, maka Abid pun pingsan hingga membuatnya meninggal dunia. Kabar meninggalnya Abid telah terdengar ke telinga Al-Malikah.
Tentu saja berita itu membuatnya bersedih dan syok hingga terjatuh dan akhirnya meninggal dunia saat itu juga.

Kisah Wanita Tunasusila Menjadi Ahli Surga

Salam sahabat, Pada malam hari ini admin mencoba berkisah tentang seorang wanita tuna susila. Karena ucapan seorang pemuda yang sebenarnya s...

Tuesday, January 15, 2013

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kisah teladan islami kali ini dengan kisah jenazah di alam kubur.
Setelah jenazah dimakamkan, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, dia akan mendapat nikmat kubur atau siksa kubur. Nah, salah satu yang bisa menyelamatkan siksa kubur ini adalah Surat Al Mulk. Jadi setiap orang yang rajin membaca surat Al Mulk maka dia nantinya akan selamat dari siksa kubur.
Bagaimana kisahnya, apakah ada yang sudah pernah mengalami. Tentunya berbagai riwayat dan hadits yang mengisahkan.


Berikut Kisahnya.
Setiap orang akan mengalami yang namany mati, yaitu berpisahna ruh dari tubuhnya, ia kan berada di alam Barzakh atau alam kubur. Dan alam kubur ini adalah salah satu fase yang harus dialami oleh setiap ruh manusia.

Adalah Sayid Sabiq dalam kitabnya Al Aqaidul Islamih menyatakan bahwa alam kubur adalah lebih luas daripada alam dunia. Perbandingannya antara alam kubur dan alam dunia adalah sebagaimana berpandingan antara alam dunia sekarang dengan alam kandungan ibu.

Selama seseorang berada dalam alam kubur, maka ia akan merasakan berbagai macam peristiwa di dalam kuburnya. Mulai dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir hingga pada siksa dan kenikmatan kubur.




RUMAH FITNAH.
Syekh Al Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyatakan bahwa kubur dapat berkata kepada si mayit.
Rasulullah SAW bersabda,
"Kubur itu berkata kepada si mayit ketika mayat itu dimasukkan ke dalamnya. 'Kasihan engkau wahai anak Adam! Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku? Apakah engkau tidak tahu bahwa aku ini rumah fitnah, rumah gelap, rumah terpencil dan rumah ulat? Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku, karena engkau melewati aku dengan sikap fadzdzadz yaitu maju selangkah dan mundur (sikap ragu-rahu)."

Dari Abdullah bin Ubaid bin Umar ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda bahwasanya mayat itu duduk dan mendengar langkah pengunjungnya. Maka tiada sesuatu yang berkata kepada mayat selain kuburnya yang berbicara,
"Kasihan engkau wahai anak Adam! Bukankah engkau telah diperingatkan tentang aku, sempitku, huru-haraku dan ulatku? Maka apakah yang kamu persiapkan untukku?"



Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut salah satu yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur adalah Surat Al Mulk. Orang yang semasa hidupnya selalu membaca Surat Al Mulk akan selamat dari siksa kubur.

SABDA Rasulullah SAW.
Pernah suatu ketika sahabat Rasulullah SAW mendirikan kemahnya di atas kuburan, akan tetapi sahabat tersebut tidak menyadari bahwa ia berda di atas tanah kuburan. Sahabat itu tiba-tiba saja mendengar dari kubur suara manusia yang sedang membaca surat Al Mulk. Suaranya sungguh merdu dan enak didengar hingga suara itu telah mengkhatamlam surat Al Mulk.

Ketika Rasul SAW datang, sahabat bertanya,
"Aku telah mendengar seseorang sedang membaca surat Al Mulk dengan jelasnya dari dalam kubur."
Rasulullah SAW bersabda,
"Dialah yang menghalangi, dialah yang menyelamatkan, dapat menyelamatkan dari siksa kubur."

Mengenai fadhilah atau keutamaan dari membaca surat Al Mulk ini, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya ada sat surat yang terdiri dari 30 ayat, surat itu dapat membela orang yang selalu membacanya hingga ia diampuni, yaitu Tabarakalladzi biyadihil mulk."

Surat Al Mulk adalah surat ke-60, terdiri dari 30 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah.
Ayo sahabat yang seiman, mumpung masih ada waktu segera usahakan membaca surat Al Mulk setiap hari, karena begitu besar khasiatnya di alam kbur nanti.

Berikut Surat Al Mulk 67: 1-30:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ٢
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ٣
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ٤
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ٥
وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦
إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ٧
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ٨
قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ ٩
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ١٠
فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ ١١
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ١٢
وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ١٣
أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ١٤
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ١٥
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ١٦
أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ١٧
وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ١٨
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ١٩
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلا فِي غُرُورٍ ٢٠
أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ٢١
أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ٢٢
قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ ٢٣
قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٤
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٢٥
قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ ٢٦
فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ ٢٧
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٨
قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ ٢٩
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ ٣٠

Artinya:
1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
2. yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
3. yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?
4. kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam Keadaan payah.
5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
6. dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
7. apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
8. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
9. mereka menjawab: "Benar ada", Sesungguhnya telah datang kepada Kami seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".
10. dan mereka berkata: "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
11. mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
13. dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.
14. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
17. atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
18. dan Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
19. dan Apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha melihat segala sesuatu.
20. atau siapakah Dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah yang Maha Pemurah? orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
21. atau siapakah Dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
22. Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
23. Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur.
24. Katakanlah: "Dia-lah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".
25. dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. dan Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
27. ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. dan dikatakan (kepada mereka) Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada Kami, (maka Kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"
29. Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Penyayang Kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; Maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?"

Selamat dari Siksa Kubur Berkat Surat Al Mulk

Assalamu'alaikum wr. wb. Kisah teladan islami kali ini dengan kisah jenazah di alam kubur. Setelah jenazah dimakamkan, hanya ada 2 kemun...

Sunday, January 13, 2013

Assalamu'alaikum sahabat...

Beginilah nasib orang-orang yang terlibta dalam pembunuhan cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Imam Husein r.a di Padang Karbala. Mereka mendapatkan azab dari Allah SWT dan salah satunya adalah orang yang bernama Umar bin Sad. Umar mati mengenaskan dengan kepala terpenggal.

Pedang

Berikut Kisahnya.
Umar bin Saad adalah seorang panglima perang pasukan Yazid bin Mu'awiyah yang gagah berani. Pada suatu hari ia terlibat negosiasi dengan orang suruhan Yazid bin Mu'awiyyah. Ia ditawari untuk membunuh Imam Husein di Karbala da sebagai imbalan, maka dia akan mendapatkan kursi gubernur di Ray.



Umar bin Saad Bimbang.
"Apakah aku akan pergi ke Karbala dan membunuh Imam Husein? Jika aku lakukan maka aku akan mendapat kekuasaan dan harta. Akan tetapi di akhirat nanti aku akan mendapatkan neraka jahannam dan siksa Allah SWT. Adapaun jika aku tak pergi, maka bagiku akhirat, kemuliaan surga, keridhaan Allah, namun aku tidak mendapatkan dunia."

Seolah rasa cinta terhadap dunia merasuk di dalam diri Umar bin Saad.
"Di sana ada akhirat, sekarang aku akan ke Karbala dan membunuh Imam Husein lalu kembali ke Ray dan memegang kekuasaan di sana dan setelah itu aku bertobat," pikir Saad.

Pertempuran di Karbala.
Saat sedang bertempur, Umar bin Saad juga sempat berdialog dengan Imam Husein.
"Aku ingin memerintah di Ray," kata Umar bin Saad.
"Aku harap engkau tidak makan gandum dari daerah Ray karena mereka akan memenggal kepalamu di tempat tidurmu," nasehat Imam Husein kepada Umar bin Saad.

Singkat cerita, Umar bin Saad menolak ajakan Sayyidina Imam Husein.
Pembantaian di Karbala telah berakhir dan Umar bin Sad ikut membantu pembunuhan cucu Rasulullah SAW tersebut. Dan setelah membunuh Imam Husein, Umar melapor kepada Ibnu Ziyad.
"Aku telah siap berangkat ke Ray," kata Umar.
"Aku telah mendengar bahwa engkau telah melakukan pertemuan khusus dengan Imam Husein. Apa pentingnya pertemuan itu?" tanya Ibnu Ziyad.
"Itu tidak penting, yang terpenting aku telah membunuh Imam Husein," jawab Umar.




Ibnu Ziyd tidak mempedulikan hal itu.
Ia mengambil surat perjanjian mengenai kekuasaan di Ray dan merobek-robek serta membuangnya.
Betapa kagetnya hati Umar, seakan tidak percaya.
"Wahai Ibnu Ziyad, engkau telah menghancurkanku," kata Umar.
Setelah kejadian itu, Umar tampak menjadi gila hingga setiap dia berjalan di kota selalu dilempari batu oleh anak-anak.

Kepala Terpenggal.
Nah, pada saat terjadi pergantian pemimpin dari Muawiyah ke tangan Mukhtar, terjadilah pembersihan pelaku pembantaian di Karbala. Mukhtar menyuruh anak buahnya untuk memburu para pelaku pembantaian.

Mukhtar berkata,
"Bawa Umar ke hadapanku, kalian harus berhati-hati. Jika Umar berkata akan mengambil baju, sungguh dia akan menipumu, maka bunuhlah dia di sana juga."

Maka berangkatlah para pembantu Umar itu dan berhasil menemukan tempat tinggal Umar. Pada saat itu mar sedang tidur. Pada saat hendak akan dibawa menghadap kepada Mukhtar, Umar beralasan hendak mengambil baju.
Tak pelak lagi, dipenggallah kepala Umar di tempat itu juga. Umar meninggal dengan tragis dan tidak sempat menjadi gubernur seperti yang telah dijanjikan oleh Ibnu Ziyad.

Begitulah sahabat, nasib dari seorang pengkhianat, nasib seornag yang telah membunuh cucu Rasulullah SAW.
Semoga bermanfaat buat kita semua.

Pembunuh Cucu Rasul Kepala Terpenggal

Assalamu'alaikum sahabat... Beginilah nasib orang-orang yang terlibta dalam pembunuhan cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Imam Husein r.a di...
Assalamu'alaikum sahabatku yang seiman...

Kisah ini adalah kisah lanjutan pada postingan kemarin Mukjizat Nabi Isa Tanah Kerikil Bisa Menjadi Emas , yang belum baca silahkan dibaca dahulu. Tapi tidak membacanya pun juga tak menjadi masalah karena kelanjutannya ini sedikit berbeda.

Kisahnya.
Kisah ini terjadi pada zaman Nabi Isa as. Ada seorang yang bernama Walid yang menemani Nabi Isa as untuk menyebarkan dakwah ke mana-mana. Walid selalu mengikuti Nabi Isa as hingga sampai ke dalam hutan.

Saat istirahat dan membuka makanan, Nabi Isa as menyisakan 1 potong roti di depan Walid, sementara Nabi Isa as pergi untuk mencari minum. Setelah Nabi Isa as kembali di depan Walid, alangkah terkejutnya Nabi Isa as karena roti yang sepotong tadi telah raib.
Walid mengelak kalau dirinya telah mengambil. Namun Nabi Isa as sebenarnya mengetahuinya.

Emas

Nabi Isa as pu mengujinya dengan mengubah tanah dan kerikil menjadi emas.
Nabi Isa as berkata,
"Untukmu sepertiga, dan kamu sepertiga, dan sepertiganya lagi buat orang yang mengambil sepotong roti tadi."
Karena tergiur dengan emas, Walid pun mengakui semua perbuatannya.
"Terus terang dan jujur, sebenarnya sayalah yang mengambil sepotong roti tersebut," kata Walid.
"Kalau begitu ambillah semua emas ini dan jangan mengikuti aku lagi," kata Nabi Isa as.



Berpisah.
Akhirnya mereka berpisah, masing-masing berjalan berlawanan menuju tempat yang dinginkan.
Tak lama kemudian Walid bertemu dengan 2 orang perampok yang ingin merampas harta Walid dan ingin juga membunuhnya.

Walid berkata,
"Lebih baik emas ini kita bagi tiga."
Kedua perampok itu setuju, hingga akhirnya masing-masing mendapat emas sepertiganya.
Ketiga orang itu tiba-tiba saja merasa lapar, dan Walid pun akhirnya mengajak ke pasar untuk berbelanja.

Emas

Diracun.
Di tengah perjalanan, timbul sifat rakus dari Walid.
"Untuk apa aku membagi emas ini, sebaiknya aku bubuhi racun saja makanan kedua perampok itu," pikir Walid.
Lalu diberinya racun makanan si perampok iti, sementara kedua perampok menunggu di luar.
Kedua perampok juga berpikir sama dengan Walid.
"Untuk apa kita membagi emas dengan Walid, lebih baik dibagi 2 saja dengan kamu, dan sebaiknya kita bunuh saja dia kalau datang kemari," kata salah seorang perampok.




Kedua perampok yang menunggu di luar sepakat kalau Walid datang maka akan dibunuhnya dan emasnya akan dibagi 2. Tak lama kemudian, Walid datang dan kedua perampok dengan sigap menangkap dan membunuhnya. Setelah Walid mati, kedua perampok tadi merasa lapar dan segera saja menyantap makanan yang dibawa Walid tadi.
Maka, matilah kedua perampok itu di sekitar harta berupa emas dari nabi Isa as.

Itulah sahabat, akibat rakus terhadap harta, pada akhirnya akan membawa bencana.
Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Mati Karena Rakus Harta

Assalamu'alaikum sahabatku yang seiman... Kisah ini adalah kisah lanjutan pada postingan kemarin Mukjizat Nabi Isa Tanah Kerikil Bisa Me...

Saturday, January 12, 2013

Assalamu'alaikum...

Nabi Isa as memang memiliki banyak mukjizat, dan yang paling terkenal adalah bahwa Nabi Isa as bisa menghidupkan orang yang mati. Sebenarnya masih ada lagi mukjizat lain yang dimiliki Nabi Isa as, antara lain adalah bahwa Nabi Isa as bisa merubah tanah dan kerikil menjadi emas.
Wooww.. tentu saja semua atas izin Allah SWT.
Bagaimana Kisahnya.

Berikut Kisahnya.
Pada suatu hari, saat Nabi Isa as hendak berkeliling untuk berdakwah, ada seorang pria sebut saja namanya Walid ingin ikut. Ia mengaku bahwa ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Nabi Isa as.

Tak lama kemudian keduanya berangkat ke luar kota. Nabi Isa as membawa perbekalan yang cukup banyak, begitu pula dengan Walid. Setelah berjalan agak lama, keduanya merasa sangat lelah dan akhirnya beristirahat di dekat pohon tepi pantai. Nabi Isa as membuka perbekalannya kemudian beliau membuka makanan yang berupa 3 potong roti.



"Roti ini untuk saya, satu untuk kamu dan satu lagi biar di tempat ini, Nanti saja kita makan berdua, " kata Nabi Isa as.
Setelah makan roti tersebut, Nabi Isa as meninggalkan tempat itu untuk mencari air minum.

Walid Melihat Mukjizat Nabi Isa as Secara Langsung.
Setelah puas minum, Nabi Isa as kembali lagi ke tempat semula, dan alangkah terkejutnya Nabi Isa as karena roti yang tinggal sepotong tadi tidak ada.
"Siapa yang mengambil roti tadi, karena tidak ada orang lain selain kamu," tanya Nabi Isa as yang mulai curiga.
"Sumpah, aku tidak tahu dan bukan aku yang mengambil rotimu," kata Walid.
Karena sudah berani sumpah, Nabi Isa as hanya diam saja.

Namun tak lama kemudian tiba-tiba saja kedua orang itu melihat rusa dengan kedua anaknya. Maka dipanggillah salah satu dari anak rusa itu lalu disembelih, dibakar dan dimakan berdua.
Beberapa saat kemudian Nabi Isa as memerintahkan kepada anak rusa yang tadi disembelih dan mati itu suapaya hidup kembali.
Subhanallah...

Atas izin Allah SWT, anak rusa itu hidup kembali. Kemudian Nabi Isa as bertanya kepada Walid,
"Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya, siapakah yang mengambil sepotong roti itu?"
Walid menjawab sebagaimana jawaban pertama tadi," Aku tidak tahu."







Tanah dan Kerikil menjadi Emas.

Nampaknya Nabi Isa as tidak puas dengan jawaban Walid, padahal Walid sudah menyaksikan sendiri mukjizat Nabi Isa as. Nabi Isa terus mengajak Walid meneruskan perjalanan hingga sampai ke hutan. Nabi Isa as dan Walid sejenak duduk bersama, tiba-tiba saja Nabi Isa as mengambil tanah dan kerikil lalu memerintahkan kepada tanah dan kerikil itu,
"Jadilah emas dengan izin Allah SWT."

Emas Batangan

Kerikal dan tanah itu berubah menjadi emas semua, hingga hati Walid timbul rasa rakus akan harta emas tersebut.

Subhanallah...
Semua terjadi atas izin Allah SWT.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Walid tetap tidak mengakui, bahwa ia yang telah mencuri sepotong roti tadi. Ataukah bagaimana, tar akan dilanjutkan dengan kisah orang rakus sahabat.
Tetap pantengin Kisah Teladan Islami di blog ini sahabat, pasti ada sesuatu yang beda dari yang lain.

Mukjizat Nabi Isa Tanah Kerikil Bisa Menjadi Emas

Assalamu'alaikum... Nabi Isa as memang memiliki banyak mukjizat, dan yang paling terkenal adalah bahwa Nabi Isa as bisa menghidupkan ora...

Thursday, January 10, 2013

Kenapa sampai terjadi salah satu jenazah ini tubuhnya dikuliti dan dicabuti dagingnya oleh malaikat di alam kubur...
Simak cerita di bawah ini.

Pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz r.a, terdapat pemuda yang mati, dan dia adalah pemuda yang selalu meninggalkan shalat semasa hidupnya. Di dalam kubur, Jasadnya dicabik-cabik oleh Malaikat.
Na'uzubillah...


Kisahnya.
Kisah ini dirwiayatkan oleh Umar bin Abdul Aziz r.a.
Suatu ketika, Umar bin Abdul Aziz r.a. tengah mengurusi jenazah salah seorang kerabatnya yang bernama Fatih. Setelah dimandikan, dikafani dan dishalati, kemudian jenazah itu dibawa ke pemakaman umum.

Tak terlalu memakan waktu lama, jenazah pemuda itu telah selesai dikuburkan dan orang-orang pun lalu meninggalkan makam tersebut.
Begitu juga yang dilakukan Umar. Setelah beberapa langkah meninggalkan makam, tiba-tiba Umar mendengar suara yang datang dari makam baru tersebut. Umar menduga suara itu adalah suara Malaikat yang bertugas di alam kubur.

"Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah aku beritahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang engkau cintai ini?" kata suara itu.
"Tentu, ceritakanlah kepadaku," jawab Umar penasaran.
"Aku bakar kain kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang akan aku perbuat dengan anggota badannya?" ujar suara dari dalam kubur itu dengan agak keras.

Daging Dicabut.
Mendapat jawaban dari sura itu, Umar heran dan kemudian bertanya,
"Lalu, apa yang terjadi dengan anggota badannya?" tanya Umar lagi.
"Aku cabut dagingnya satu persatu dari telapak tangannya, lalu dari tangan ke lengan dan dari lengan menuju pundak. Kucabut pula lutut dari pahanya. Lalu paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya," kata suara itu menyeramkan.

"Ceritakanlah kepadaku, apa yang dilakukan jenazah itu di dunia sehingga ia mendapatkan siksa kubur seperti itu?" kata Umar.
"Ketahuilah, Umur di dunia hanya sedikit. kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan, pemuda ini larut dalam kenikmatan dunia yang semu sehingga melupakan Allah SWT. Pemuda ini lalai dengan shalat," ujar suara yang diduga dari Malaikat Munkar dan Nakir itu.

Fitnah Dunia.
Umar menangis dengan penuturan suara itu. Ia banyak merenung dan menghimbau orang-orang yang masih hidup untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, diantaranya adalah dengan melaksanakan shalat, puasa dan sebagainya.

Umar semakin giat mengingatkan kepada umat Islam tentang hakikat kesenangan dunia yang terkadang menipu.
"Celakalah jenazah yang tertipu oleh dunia, di dalam kubur tidak ada perbedaan siang dan malam, tertutup kesempatan beramal serta mereka berpisah dengan kekasih dan keluarga, istri-istrinya dinikahi oleh orang lain. Anak-anaknya bebas bermain. Kerabatnya sibuk membagi-bagi rumah dan harta peninggalannya, karena itu tingkatkanlah ibadah kepada Allah SWT," demikian salah satu dakwah Umar mengingatkan akan siksa kubur.

Jenazah Dikuliti Malaikat

Kenapa sampai terjadi salah satu jenazah ini tubuhnya dikuliti dan dicabuti dagingnya oleh malaikat di alam kubur... Simak cerita di bawah i...

 

Tekno Ilmu © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com